Rabu, 17 Juni 2026 | 22:41
NEWS

Polisi Bantah Klaim KKB Soal Perampasan Amunisi

Polisi Bantah Klaim KKB Soal Perampasan Amunisi
Aparat gabungan TNI-Polri saat mengejar KKB yang melakukan penembakan terhadap warga sipil di Papua. (Antara)

ASKARA - Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal membantah kabar yang menyebut adanya penyerangan dan perampasan senjata di pos TNI-Polri di Nduga pada 18 hingga 25 Mei 2020 lalu.

Pasalnya, di beberapa media menyebut bahwa ada penyerangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada rentan waktu tersebut.

"Informasi bahwa KKB melakukan penyerangan dan perampasan amunisi serta menduduki empat pos darurat TNI-Polri di Kabupaten Nduga tidak benar atau hoaks," kata Kamal, Kamis (28/5).

Sebby Sambom yang merupakan jubir Komnas-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam rilisnya menyebut bahwa telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga.

"Selain itu KKB mengklaim telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI-Polri," kata Kamal.

Menurutnya, apa yang disampaikan itu adalah upaya provokatif dari KKB pimpinan Egianus Kogoya.

"Mereka terus menyebarkan informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua khususnya di Kabupaten Nduga," ujar Kamal.

Mantan pejabat utama Divisi Humas Polri itu memastikan bahwa Polda Papua tidak pernah menerima laporan dari polres jajaran terkait kejadian tersebut. 

"Yang terjadi yaitu penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Polres Paniai pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020," jelas Kamal.

Selain kejadian itu, KKB juga melakukan aksi di beberapa tempat yakni penembakan terhadap warga di Mile 61 Area Freeport Kabupaten Mimika pada 21 Mei dan penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya pada 22 Mei lalu.

"Kami akan terus mengejar para pelaku. Memang anggota kami di lapangan mengalami hambatan terkait medan yang sulit tetapi itu bukan suatu halangan bagi TNI-Polri untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok KKB," tegas Kamal. (jpnn)

Komentar