Ketika Aktris dan Musisi Jadi Penguji Sidang Akhir Mahasiswa
ASKARA - Sederet musisi dan aktris mewarnai masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menjadi penguji sekaligus pengajar di berbagai kelas yang diadakan Program Studi Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI).
"Dian Sastrowardoyo, Yoris Sebastian, Shanty C. Harmayn adalah para pengajar praktik di Program Studi Humas Vokasi UI. Dalam kegiatan Sidang Tugas Karya Akhir Mahasiswa Vokasi Humas. Ketiganya bersama-sama dengan para pengajar tetap Vokasi Humas menguji para mahasiswa menggunakan aplikasi Google Meets selama rata-rata satu jam hingga 1,5 jam," jelas Wakil Rektor UI Rosari Saleh, Kamis (21/5).
Rosari menuturkan, para pengajar praktik selama dua semester telah mengajar mahasiswa Vokasi Humas di industri melalui program magang, dan kemudian menjadi penguji ahli karena mereka yang membimbing para mahasiswa ketika studi kerja di kantor masing-masing.
Selain itu, untuk Program Studi Vokasi Humas sejak 2018 telah menerapkan Kurikulum 3-2-1. Di mana selama tiga semester awal kegiatan belajar dan praktik dilakukan di ruang kelas dan laboratorium di kampus. Kemudian dua semester berikutnya langsung belajar di industri, dan satu semester terakhir dapat meneruskan di industri atau kembali ke kampus.
Selama pelaksanaan kelas daring, Direktorat Kemahasiswaan UI mengundang pengajar tamu dari berbagai kalangan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa dan masyarakat umum.
"Sebut saja Armand Maulana, Gisel, Hedi Yunus, Hilbram Dunar, Rizky Febian, Rio Febrian, Tommy Tjokro, Yovie Widianto, Yosi P. Project hadir dalam rangkaian kelas online yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan UI bekerja sama dengan Eventori, Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud dan Siberkreasi," papar Rosari.
Tidak hanya aktris dan musisi, sederet profesional juga turut andil sebagai pengajar online untuk tema The Art of Smartphone Photography, Kabar Berita Corona, Informasi atau Sensasi, Perlindungan Data Pribadi: Menguak Keamanan Data Pribadi di Ranah Daring, Street Photography: Shot on Phone, Personal Branding on Social Media for College Students, Internet Please do Your Magic: Jualan Online di Masa Pandemi.
Sedangkan para penguji dalam ujian online terdiri dari praktisi industri yang berasal dari perusahaan seperti Traveloka, Jenius, OVO, Metro TV, Tempo, OMG Creative Consulting, The Hatch Indonesia, Sampingan, Kopi Kenangan, dan sebagainya.
"Kelas online yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan UI ini disambut baik oleh mahasiswa UI dan masyarakat umum. Di mana para pendaftarnya rata-rata minimal 500 orang," kata Rosari.
Salah satu mahasiswi Vokasi Humas UI Shafira Larasati mengaku tidak menyangka dirinya bisa diajar dan diuji oleh Dian Sastrowardoyo selama kurang lebih sembilan bulan ini.
"Selama dibimbing Mbak Dian saya dapat berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh top tier yang ada di industri film Indonesia. Saya mendapatkan pengalaman nyata proses produksi sebuah film. Ilmu saya di kampus benar-benar terpakai selama di Industri. Saya diizinkan bahkan untuk mempresentasikan ide dan gagasan saya di hadapan klien-klien besar," jelasnya.
Pengalaman bangga tersebut juga dirasakan Sasthi Nandani yang melakukan studi kerja bersama dengan pengajar praktik Shanty C. Harmayn di Base Entertainment yang melahirkan beberapa film seperti Perempuan Tanah Jahanam yang disutradari oleh Joko Anwar dan Bebas oleh Mira Lesmana dan Riri Riza.
"Saya studi kerja di departemen creative development. Saya membantu riset proyek serial Tunnel, adaptasi serial Korea yang tayang di aplikasi streaming Goplay. Riset yang dilakukan ditujukan untuk menunjang tim penulis dalam penulisan skenario, memberikan saran terhadap naskah berdasarkan assessment yang juga menjadi tugas saya. Saya juga diberi tanggung jawab untuk menjadi penghubung antara para kreator yang mengajukan proposal film dengan jajaran eksekutif Base," kata Sasti.
"Di OMG saya belajar mempraktikkan ilmu kehumasan yang sulit saya pahami dan bayangkan ketika belajar teorinya di kampus. Sebagai contoh, OMG adalah perusahaan yang tidak beriklan dengan metode apapun tetapi memiliki klien-klien besar, hal ini karena OMG betul-betul mempraktikkan teori kehumasan. Saya mendapatkan konteks dari ilmu yang diperoleh di kampus," tambah Indira Hayyu Maharani, mahasiswa yang melaksanakan studi kerja bersama Yoris Sebastian di OMG Creative Consulting.

Komentar