Kamis, 04 Juni 2026 | 09:11
NEWS

Jangan Lupakan Kaum Disabilitas di Tengah Pandemi Covid-19

Jangan Lupakan Kaum Disabilitas di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi disabilitas (radarcirebon.com)

ASKARA - Banyak masyarakat perlu mendapatkan bantuan di tenga pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini. Tak terkecuali penyandang disabilitas. Bahkan, banyak yang melupakan dampak yang dirasakan kaum disabilitas di Tanah Air.

"Sering kali orang melupakan, bahwa ada yang paling terdampak dibandingkan kita. Kita semua susah, betul ya. Pengusaha susah, karyawan susah, tetapi ada yang lebih susah daripada kita, gitu ya, yaitu teman-teman disabilitas," ujar Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), Pinky Saptandari dalam dialog di di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (17/5).

Pinky mencontohkan, tuna netra yang pekerjaannya memijat, tentunya menjadi tidak ada pendapatan sama sekali, sehingga menjadi sangat terdampak dan memerlukan bantuan.

"Jadi, ini contoh gimana bahwa mereka, kalau kita bicara semua kena dampaknya, barangkali yang harus kita pikirkan, mereka yang paling terdampak," kata Pinky.

Pingky menuturkan, penduduk dengan disabilitas juga kerap mengalami masalah dalam memenuhi kewajiban seperti pembayaran tagihan listrik dan cicilan koperasi atau bank, sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan dalam pengelolaan keuangan untuk mengatur kewajiban yang harus dibayarkan dalam masa pandemi.

Ia berharap masyarakat yang lebih mampu bisa membantu, dengan langkah kecil dan sederhana adalah melihat di sekeliling rumah, membantu bisa berbagi atau membeli apabila ada yang warga yang menjual produknya.

"Jadi, misalnya Mbak Lula (moderator dialog) ditawarin bumbu pecel, walaupun nggak butuh, ya kita beli aja, gitu. Bagikan ke yang lain, karena dengan cara itu, kita membantu, selain sembako kita membantu mereka dengan lebih  detil, gitu," tutur Pingky.

Direktur Yayasan Plan International, Dini Widiastuti menambahkan, berdasarkan data setidaknya terdapat 34 juta penduduk disabilitas yang terdampak oleh kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai upaya untuk memutus rantai penyaran Covid-19.

Bahkan untuk mereka yang disabilitas, informasi mengenai pencegahan Covid-19 bahkan belum secara benar diserap oleh mereka.

Dini yang juga sering melakukan pendampingan para disabilitas di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menjelaskan bahwa, anak-anak dengan disabilitas juga turut terdampak di masa pandemi ini.

"Apalagi anak-anak dengan disabilitasnya dengan segala keterbatasannya itu harus diperhatikan oleh pemerintah juga. Jadi, Kementerian Pendidikan juga bagaimana supaya anak-anak itu tidak tertinggal, ya. No one left behind, kan katanya," jelas Dini

Komentar