China Is Not The First But The Best
“Carilah ilmu meskipun di negeri Cina, karena mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim” saking populernya sehingga ada yang mengatakannya bahwa itu adalah hadits. Itulah anjuran bagi setiap Muslim.
Jadi tidak berlebihan apabila saya menilai bahwa ratusan tahun sebelumnya China telah diprediksi akan menjadi satu negara tempat dimana orang menimba ilmu. Bukannya di Eropa ataupun di Amerika yg memiliki slogan “America First”.
Namun apa yang kita ketahui tentang China dengan apa yang tercantum dalam Alkitab? Harus diakui bahwa seperlima dari populasi penduduk dunia ini berada di negara Tiongkok dan negara ini menempati wilayah terluas ketiga di bumi ini.
Kerajaan Tiongkok didirikan oleh Qin Shi Huangdi, maka dari itu kata "China" yang lebih lazim digunakan oleh seluruh penduduk di dunia ini, sebenarnya berasal dari Disnati Qin (Chin 221 -206 SM). Ia juga yang memerintahkan pembuatan tembok raksasa yang panjangnya sekitar 6.000 km dan merupakan satu-satunya hasil budaya manusia yang bisa dilihat dari bulan.
Allah juga telah berjanji akan melindungi bangsa ini seperti tercantum Yesaya 49:16 "Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap diruang mata-Ku." Yang dimaksud dengan tembok-tembokmu tersebut adalah tembok raksasa China (The great wall).
Nabi Yesaya (720 - 680 SM) yang hidup beberapa ratus tahun sebelum dinasti Qin didirikan sudah bernubuat tentang negara Tiongkok: "Lihat, ada orang yang datang dari jauh ada dari Utara dan dari Barat dan ada dari tanah Sinim." Yesaya 49:12.
Pada huruf Ibrani tidak ada huruf yang sama dengan huruf "ch" dalam bahasa Inggris atau "Q" dalam bahasa China, sehingga "Qin" secara fonetis diterjemahkan menjadi kata "Sinim".
Sedangkan dinasti sebelumnya dinasti Qin adalah dinasti Xia, dinasti Shang dan Disnati Zou jadi hanya dinasti Qin lah yang benar-benar bisa diartikan sebagai Sinim.
Orang Tiong Hoa juga mengetahui adanya banjir besar yang terjadi sekitar tahun 2348 SM dan juga mengenai seorang laki-laki bernama Nu-wa (nabi Nuh) yang dianggap sebagai nenek moyang umat manusia dan putera-puteranya Shen Nong dan Fuxi.
Aneh tapi nyata! Orang Tiong Hoa pertama kalinya menggunakan nama "Shangdi" untuk Allah yang serupa dengan kata "Shaddai" (Syadday) = "Yang Maha Kuasa" untuk Allah dalam bahasa Ibrani. Bahkan perkataan Tiong Hoa "Shangdi" dalam bahasa dialek Kanton diucapkan dengan kata "Shaddai" alias sama seperti dalam bahasa Ibrani.
Tentu akan banyak rekan-rekan yang akan mengkritik mang Ucup, karena orang Tiong Hoa suka menyembah arwah leluhur yang tidak dibenarkan dalam agama Kristen.
Namun apakah anda ketahui bahwa ajaran ini sebenarnya bukanlah ajaran asal autentik dari orang Tiong Hoa, kepercayaan mengenai adanya reinkarnasi ini datang dari ajaran Hindu dan Budha dogma ini mereka peroleh dari kitab "Bhagawad-gita".
Ajaran Khong Hu Chu sama seperti yang tercantum dalam Alkitab: ".. sebab engkau debu, engkau akan kebali menjadi debu." (Kej 3:19). Hal sama dinyatakan oleh Khong Hu Chu dalam Kitab Tata Upacara & Ritual (Book of Rites) yang disebut Li Ji: "Semua ciptaan akan mati, dan saat dia mati, Dia akan kembali kepada debu. Jiwa akan kembali ke Surga raga akan kembali ke bumi." Ajaran ini jelas mematahkan teori tentang kebakaan dari arwah leluhur yang harus disembah.
Artikel ini ditulis dari sudut segi pandang mang Ucup, oleh sebab itu mohon petromaknya apabila pandangan ini tidak benar. Maturnuwun sanget berkah dalem. - Fēi cháng xiè xiè nǐ!
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar