Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:06
OPINI

Berani Mudik Denda Rp 100 Juta!

Berani Mudik Denda Rp 100 Juta!
Ilustrasi Rindu

Saat ini kita hanya disuruh putar balik, mulai 8 Mei besok ketahuan nekat mudik pakai motor kena denda Rp 100 Juta atau penjara satu tahun. Namun apabila rasa rindu ingin mudik udah naik ke ubun-ubun, di denda Rp 100 juta pun tidak masalah, apalagi uang juga sudah tidak ada lagi!

Rindu mudik di Jerman lebih dikenal dengan nama Schweizerkrankheit (bahasa latin morbus helveticus) atau juga penyakit orang Swiss. Pada abad ke 18 banyak tentara bayaran berasal dari Swiss mereka bersedia kabur - desersi dari pasukannya, walaupun apabila tertangkap hukumannya adalah hukuman mati bukan hanya sekedar Rp 100 juta saja.

Pada saat kita berada di lingkungan orang-orang yang kita kasihi, problem dan kecemasan yang dirasakan saat ini akan jauh lebih berkurang, daripada harus hidup di rantau seorang diri.

Ketika kita rindu mudik, kita teringat akan kampung halaman dan orang-orang yang kita kasihi yang selalu mendampingi kita entah dalam keadaan apapun juga. Hal inilah yang membuat kita menjadi sedih dan sakit, oleh sebab itulah dalam bahasa Spanyol rindu mudik ini disebut el mal de coraz (sakit hati).

Ketika kita masih kecil, mungkin kita harus hidup dengan segala keterbatasan, tetapi kalau saya jujur itu, bagi saya masa tersebut adalah masa yang terindah di dalam kehidupan saya. Mungkin anda masih ingat ketika masa sekolah di sekolah SD, SMP, nonton bioskop, mancing ikan, bermain diwaktu hujan turun.

Jadi rindu mudik tersebut bisa disamakan juga dengan rindu akan masa lampau - nostalgia. Kata nostalgia itu diserap dari dua kata dalam bahasa Yunani notos = kembali ke rumah dan algos = sakit/rindu.

Rindu mudik atau rindu akan kampung halaman dalam bahasa Inggris disebut homesick; sedangkan dalam bahasa Jerman disebut heimweh . Weh = sakit, heim = rumah, heimat = tanah air. Kata heim itu sendiri diserap dari bahasa Jerman kuno heimoti = Surga.

Jadi tepatlah pada saat kita sedang rindu mudik, kampung halaman itu bagi kita sama seperti juga surga. Semakin lama anda berada di tanah orang semakin terasakan kekosongan jiwa kita, sama seperti juga HP yang kehabisan baterai, belum lagi rasa kosong di perut!

Pada saat kita mudik, kita bisa nge-charge kembali batin dan kekosongan jiwa kita. Kita bisa mendapatkan kembali siraman-siraman rasa kasih dari orang-orang disekitar kita untuk mengembalikan.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar