Jumat, 19 Juni 2026 | 06:42
NEWS

Setop Berstigma Negatif Terhadap Tenaga Kesehatan dan Pasien Corona

Setop Berstigma Negatif Terhadap Tenaga Kesehatan dan Pasien Corona
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Fidiansjah (Dok BNPB)

ASKARA - Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa stigma dan stereotipe negatif yang diberikan oleh individu atau kelompok masyarakat terhadap tenaga kesehatan atau pasien Covid-19 berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat virus corona.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Fidiansjah mengatakan, stigma harus dilihat secara satu kesatuan. 

Sebab stigma tidak semata-mata sebuah sikap atau perilaku pada suatu suasana yang menjadi tidak baik, tapi stigma juga akan menimbulkan marginilasiasi, dan memperburuk status kesehatan dan tingkat kesembuhan.

"Inilah yang perlu dipahami bahwa stigma berkontribusi terhadap tingginya angka kematian," ujar Fidiansjah di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (1/5).

Maka seluruh elemen masyarakat diminta melawan stigma dengan tidak mendiskriminasi dan mengucilkan tenaga kesehatan dan orang-orang yang terpapar Covid-19 ketika harus melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Sebab, stigmasisasi tersebut sangat berdampak terhadap imunitas seseorang yang terpapar virus corona dan akan berpengaruh dalam proses proses penyembuhan pasien Covid-19.

Fidiansjah menyontohkan, kasus perawat yang distigma dan mendapatkan perlakuan tidak patut di lingkungannya. Kemudian terpapar Covid-19 dan meninggal dunia, bahkan dalam proses pemakamannya pun masih mendapat penolakan. 

"Tentu sikap ini harus kita lawan, dan ini akan menimbulkan dampak kesehatan jiwa pada komunitas masyarakat itu sendiri," imbuh Fidiansjah.

Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat memberikan apresiasi para tenaga kesehatan atau orang-orang yang turut memberikan dukungan dalam penanganan Covid-19. Apresiasiya tidak muluk-muluk, tapi memberikan perhatian dan penghargaan itu sudah cukup.

"Mari beri apresiasi. Segera kita berikan perhatian dukungan dengan ucapan, terima kasih Anda telah berikan pertolongan, dan sebagainya,” tandas Fidiansjah.

Komentar