Mang Ucup Takut Setan
Mungkin dengan judul tersebut anda akan mencibirkan bahkan mentertawakan Mang Ucup! Bahkan sekaliber mendiang Dr. Arief Budiman masih punya rasa takut akan roh halus (baca Setan) ataupun di tempat-tempat angker (Satanophobia). Hal itu pernah diutarakan oleh sohibnya sosiolog Ariel Heryanto.
Padahal Arief Budiman tidak pernah punya rasa takut entah melawan Orde Baru beserta para Jenderalnya. Maklum rasa takut tersebut sudah di delete olehnya.
Phobia Setan tersebut juga ada di dalam diri Mang Ucup seorang kakek gaek, padahal saya ini jebolan dari sekolah theologi. Kok bisa? Mungkin sejak saya lahir hingga usia 17 tahun saya sering sekali melihat hal-hal yang bersifat mistik di Kelenteng yang letaknya di seberang rumah Mang Ucup.
Dan PRT di rumah selalu menakut-nakutkan saya dengan Setan apabila saya pulang malam ataupun makanan yang disajikan tidak habis dimakan. Sehingga rasa takut tersebut meresap di ubun-ubun saya hingga saat sekarang ini.
Saya tidak pernah bisa merasa nyaman apabila berada di tempat anker seperti kuburan, bahkan saya merasa lebih tenang apabila tidur dengan lampu menyala! Tapi disisi lain saya hobby nonton film horor.
Kalau dipikir dengan otak waras, tidak seorangpun yang pernah melihat wujud Setan tersebut; jadi sama seperti virus corona yang tak terlihat, namun rasa takut tetap menghantui. Sudah terbukti bahwa di dalam otak manusia itu ada Gen TUHAN namun apakah ada juga Gen Setan?
Apakah penduduk yang terpencil di pedalaman seperti Papua juga memiliki rasa takut Setan seperti orang kota yang sering nonton film horor?
Setiap kali kita ke rumah ibadah selalu di jejali oleh doktrin agar kita takut Tuhan walaupun kenyataannya belum pernah saya lihat.
Jadi apakah dosa apabila saya mengakui bahwa saya takut setan ! Mungkin dengan mudah anda akan bilang agar saya segera menghubungi psikiater untuk konsultasi di sana!
Leila Budiman (istri dari Arief Budiman) adalah sarjana psikolog yang kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Leila selainnya jadi dosen juga dipercaya sebagai pengasuh rubrik psikologi pada Kompas Minggu selama bertahun-tahun. Namun kenyataannya Leila tidak mampu menyembuhkan Satanophobia dari sang suami.
Oleh sebab itu, untuk meyakinkan bahwa Setan benar-benar ada, maka besok saya akan menulis ‘Memoar Setan” terlampir foto Setan cantik. Maklum Mang Ucup lebih senang dikunjungi Setan cantik daripada Setan jelek yang menakutkan, apalagi pada saat lockdown seperti sekarang ini!
Warning keras! Agar sebaiknya segera di delete saja bagi mereka yang imannya lembek seperti tahu. Sebab saya khawatir akan bisa menggoyahkan kepercayaan anda, dimana akhirnya anda bisa berubah menjadi pemuja Setan.
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar