Makna dan Hikmah Puasa
Puasa itu tidaklah mudah dan tidak setiap orang mampu menjalankan puasa selama satu bulan penuh.
Namun Mr Angus Barbieri dari Skotlandia telah berhasil menjalankan puasa selama lebih dari satu tahun; tepatnya 382 hari tanpa makanan padat. Dia hanya minum teh, kopi, air soda dan vitamin.
Rekornya tercatat dalam Guiness Book sebagai pelaku puasa terpanjang. Berat awal Barbieri tercatat 207 kg dan dia berhenti puasa ketika berat badannya mencapai 82 kg atau turun sebanyak 125 kg.
Puasa diserap dari dua kata Sansekerta, yaitu “upa” = dekat dan “wasa” = berkuasa. Jadi “upawasa” biasa dilafalkan sebagai puasa. Merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bahasa Arabnya shaum atau shiam. Dalam bahasa Inggris “fasting” yang diserap dari kata Jerman kuno “fastan” = menggengam. Puasa dalam bahasa Ibrani tsum, tsom dan “ina nafsyo” yang berarti merendahkan diri dengan berpuasa. Sedangkan dalam bahasa Yunani = nesteuo, nestis atau asitia/asitos.
Orang melakukan puasa bukan karena kewajiban atau karena ketentuan agama saja. Bisa juga untuk tujuan politik. Misalnya yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi ataupun Martin Luther King Jr. Puasa mereka lebih dikenal dengan sebutan demo mogok makan = satyagraha (dalam bahasa Sansekerta).
Begitu juga kita sering diwajibkan puasa demi kesehatan misalnya sebelum melakukan labor test atau pada saat melakukan detoksifikasi ataupun para penderita diabetes.
Banyak teenager melakukan puasa, karena ingin jadi kurus. Orang berpuasa juga untuk menyatakan rasa duka. Ada juga orang yang berpuasa sebagai persiapan diri menghadapi suatu tugas khusus misalnya merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu.
Ada dua bentuk puasa yang bisa dilakukan, yaitu puasa lahir yang dilakukan secara periodik (dengan cara pantang makan-minum serta pantang melakukan hal-hal yang disukai). Sedangkan puasa batin yang dilakukan secara berkelanjutan (dengan cara pantang melakukan kelaliman, ketidakadilan, kekerasan, ketamakan dsb).
Puasa dilakukan oleh berbagai macam bangsa maupun agama di dunia ini. Misalnya orang Tionghoa, Taoisme, Konfusianisme, Mesir, Tibet, Yunani, bangsa Arab maupun bangsa Yahudi juga mengenal puasa. Hanya motivasi, bentuk, macam, dan caranya masing-masing agama tentu berbeda.
Jadi puasa itu bukan monopoli umat Islam saja. Orang Jawa dari tradisi Hindu-Buddha mengenal puasa antara lain lewat tapa mutih (hanya makan nasi tanpa garam tujuh hari berturut-turut). Tapa ngrowot (hanya makan sayur tujuh hari tujuh malam). Tapa pati geni dan tapa pati geni (pantang makan makanan yang dimasak dengan api sehari semalam).
Sedangkan puasa senin – kamis berasal dari agama Yudaisme hal ini dilakukan oleh orang-orang Farisi. Orang Sunda mengenal tiga macam jenis PUASA. Yakni puasa cadap, puasa bedud dan puasa ayakan.
Istilan tersebut diatas ini merupakan kategorigsai PUASA dilihat dari segi waktu berbuka. Puasa cacap adalah Puasa yang cacap (selesai). Yaitu berpuasa mulai dari Terbit Fajar (imsak) hingga bedug maghrib.
Puasa bedug mulai dari terbit fajar sampai bedug lohor atau ashar. Puasa ayakan adalah puasa yang tidak jelas batasan waktunya. Kata puasa ayakan ini sebenarnya merupakan kependekan dari pribahasa puasa jojodog jeung ayakan. Artinya: Lamun euweuh ngajegdog lamun aya dihakan = Kalau tidak ada (makanan) DIAM, namun kalau ada, dimakan.
Banyak orang percaya bahwa dengan melakukan puasa, Sang Pencipta akan lebih mendengar doa kita. Oleh sebab itulah banyak orang melakukan puasa agar bisa meraih atau mendapatkan sesuatu.
Puasa mempunyai akar psikolosgis yang mendalam. Yakni sebagai usaha pemurnian dan sebagai prasyarat mempermudah pemusatan perhatian waktu semedi dan berdoa. Puasa dapat disebut doa dengan tubuh. Maklum karena ini menyangkut seluruh orang dan tingkah laku rohaninya.
Puasa dapat memberikan kemantapan dan intensitas pada doa. Oleh sebab itu dapat mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendak-Nya. Begitu juga dapat bermakna mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat. Melalui puasa dengan menolong orang untuk menghindari keserakahan dan bisa merupakan tanda penyesalan, pertobatan!
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar