Jumat, 19 Juni 2026 | 08:45
NEWS

Makna Mudik Tidak Didapat Jika Akhirnya Menyebarkan Virus

Makna Mudik Tidak Didapat Jika Akhirnya Menyebarkan Virus
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto. (Dok. BNPB)

ASKARA - Pemerintah menegaskan masyarakat untuk tidak pulang ke kampung halaman dalam musim mudik Lebaran 2020. Guna memutus penyebaran virus corona (Covid-19). 

"Sekali lagi jangan mudik, bepergian. Pastikan kita tidak tertular dan tidak menulari karena perjalanan kita tidak aman," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Rabu (22/4).

Dia mengingatkan bahwa tertular virus corona bisa dipicu akibat bertemu atau melakukan kontak dengan orang tanpa gejala (OTG). Atau juga orang dengan gejala ringan.

"Akan sangat mungkin kita bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang tanpa gejala atau orang dengan gejala ringan saat di kendaraan di terminal, di stasiun, rest area atau di toilet umum sepanjang perjalanan," tutur Yurianto. 

Ataupun kita sendiri yang berpotensi membawa virus meskipun tanpa gejala atau dengan gejala yang ringan.

"Karena kita berasal dari daerah yang terjangkit Covid-19 dan ini akan berpotensi untuk menulari keluarga kita yang ada di kampung. Jika kita memaksa kembali ke kampung halaman maka kita akan dikarantina selama 14 Hari," ujar Yurianto. 

Untuk itu, pemerintah menekankan makna mudik Lebaran tidak akan didapat jika pada akhirnya menyebabkan penyebaran virus. 

"Marilah kita lindungi kampung halaman kita, marilah kita lindungi keluarga kita yang ada di kampung halaman," kata Yurianto.

Dia juga meminta masyarakat agar meningkatkan imunitas diri bersama dengan sabar, tenang, tidak panik serta istirahat yang cukup.

"Dan teratur cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, gotong royong dan bersatu melawan Covid-19 dari pusat sampai ke desa dan RT RW, keluarga," ujar Yurianto.

Komentar