Jumat, 19 Juni 2026 | 17:12
NEWS

Positif Covid-19 Jadi 6248, Serius Dong Patuhi Pemerintah

Positif Covid-19 Jadi 6248, Serius Dong Patuhi Pemerintah
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto. (Dok. BNPB)

ASKARA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memperbaharui jumlah kasus positif yang bertambah 325 orang dengan total mencapai 6.248. 

Data tersebut dicatat selama 24 jam terakhir sampai pukul 12.00 WIB, Sabtu (18/4).

Namun, penambahan kasus positif semakin sedikit apabila dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 406 orang. Dalam hal ini, pemerintah semakin yakin bahwa Covid-19 dapat dicegah dan disembuhkan. 

Meski tidak bisa dipungkiri bahwa sebaran virus corona masih terjadi di tengah masyarakat. Maka itu pemerintah mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran memutus penyebaran dan penularan Covid-19. 

"Hari ini ada kasus baru sehingga total 6.248 orang. Oleh karena itu, mari kita yakini bersama bahwa sebaran ini masih terjadi. Karenanya mari berpatisipasi lebih banyak dan serius karena ini permasalahan kita," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta. 

Dikatakannya, partisipasi yang bisa masyarakat lakukan dengan terus mematuhi anjuran pemerintah dan mengikuti protokol kesehatan. 

"Tetap berada di rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menggunakan masker," ucap Yurianto. 

Terutama di sejumlah daerah yang sudah mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat diminta menjalankan aturan dalam kebijakan tersebut. Sehingga penyebaran virus corona tidak semakin meluas. 

"Mari kita patuhi dengan sepenuhnya. Hanya ini cara kita melakukannya dengan baik," pinta Yurianto. 

Sementara itu, data pasien sembuh terus meningkat menjadi 631 setelah bertambah 24 orang. Sedangkan angka meninggal dunia sebanyak 535 setelah ada penambahan 15 orang.

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdapat penambahan 2.612 dengan total menjadi 176.344, dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 369 dengan total menjadi 12.979 orang. Data diambil dari 34 provinsi dan 221 kabupaten/kota.

"Kita berharap bahwa 12 ribu lebih PDP ini betul-betul dalam pengawasan yang ketat. Untuk kemudian kita perhatikan gejala klinisnya dan kemudian kita lakukan pemeriksaan antigen PCR karena inilah diagnosa pasti," demikian Yurianto.

Komentar