Jumat, 19 Juni 2026 | 17:12
NEWS

Positif Covid-19 Jadi 5923 Orang, Angka Pasien Sembuh Meningkat

Positif Covid-19 Jadi 5923 Orang, Angka Pasien Sembuh Meningkat
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto. (Dok. BNPB)

ASKARA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memperbaharui jumlah kasus positif yang hingga hari ini mencapai 5.923 orang dari sebelumnya 5.516. 

"Hasil positif sampai pukul 12.00 WIB tadi mencapai 5.923 orang. Kasus positif bertambah ada 407 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (17/4). 

Sementara untuk pasien sembuh meningkat menjadi 607 setelah ada penambahan 59 orang. Yurianto meyakini angka itu bakal terus bertambah setiap harinya. 

Terlebih, jumlah pasien sembuh sekaligus menjauhi angka kematian pasien terjangkit virus corona. Karena jumlah meninggal dunia per hari ini sebanyak 520 setelah ada penambahan 24 orang.

"Kita bersyukur yang sembuh sekarang sudah mencapai 607 orang. Dan sudah barang tentu ini akan terus meningkat  dalam jumlah yang cukup besar dalam beberapa hari ke depan," jelas Yurianto.

Data diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 42.108 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 34 laboratorium. Sebanyak 37.134 spesimen yang diperiksa didapatkan data 5.923 positif dan 31.211 negatif.

"Seluruh provinsi di Tanah Air ini sudah terdampak 34 provinsi. Kabupaten/kota ada 214," kata Yurianto. 

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdapat penambahan 4.286 sehingga total menjadi 173.732 dan pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 737 menjadi 12.610 orang. 

Data positif Covid-19 di seluruh Indonesia yaitu Provinsi Aceh lima kasus, Bali 124 kasus, Banten 311 kasus, Bangka Belitung enam kasus, Bengkulu empat kasus, Yogyakarta 64 kasus, DKI Jakarta 2.815 kasus.

Selanjutnya Jambi delapan kasus, Jawa Barat 632 kasus, Jawa Tengah 304 kasus, Jawa Timur 522 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 44 kasus, Kalimantan Tengah 35 kasus, Kalimantan Selatan 74 kasus, dan Kalimantan Utara 47 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 58 kasus, Nusa Tenggara Barat 51 kasus, Sumatera Selatan 54 kasus, Sumatera Barat 62 kasus, Sulawesi Utara 18 kasus, Sumatera Utara 79 kasus, dan Sulawesi Tenggara 27 kasus.

Adapun Sulawesi Selatan 332 kasus, Sulawesi Tengah 24 kasus, Lampung 26 kasus, Riau 26 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 14 kasus, Papua Barat lima kasus, Papua 89 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, dan Gorontalo empat kasus.

Komentar