Anies: Penumpukan Penumpang Hilang Setelah Sinkronisasi PSBB
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kepadatan penumpang di sejumlah stasiun dari arah Bogor menuju Jakarta disebabkan perusahaan yang tidak menerapkan kerja di rumah (WFH).
Namun, dia memastikan, hal itu tidak akan terjadi lagi setelah sinkronisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Provinsi Jawa Barat dan Banten.
"Jadi nanti di kawasan terutama kawasan tetangga kita di Bogor di beberapa tempat lain mereka kan melaksanakan PSBB hari Rabu. Jadi harapannya nanti akan sinkron dengan policy di Jakarta," kata Anies di Balai Kota, Senin (13/4).
Anies menekankan bahwa selama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jakarta menerapkan work from home maka penumpukan penumpang tidak akan pernah terjadi.
"Tapi saya perlu garis bawahi bahwa selama perusahaan di Jakarta tidak mengurangi aktivitasnya mereka akan terus masuk ke sini. Jadi penumpukan itu terjadi bukan semata-mata karena mereka mau berpergian tapi karena perusahaan-perusahaannya tidak menaati ini," jelasnya.
Dengan begitu, Anies akan menyegerakan pengetatan perusahaan-perusahaan untuk menerapkan WFH sepanjang PSBB berlangsung. salah satunya dengan mengecek izin usaha. Sementara sanksi yang akan diberikan yakni pencabutan izin usaha apabila masih ada perusahaan yang melanggar.
"Karena itulah perusahaan-perusahaan ini akan dievaluasi, perusahaan ini akan diperiksa dan bila tidak mentaati akan dilakukan sanksi. Jadi, kita tidak bisa hanya mengatur transportasi umumnya tetapi tidak membereskan di aspek ketertiban perusahaan yang berada di sini," tandas Anies.

Komentar