Kamis, 02 Juli 2026 | 20:02
SELEBRITAS

Cerita Eddi Brokoli Tentang Adiknya yang Dokter Terpapar Corona

Cerita Eddi Brokoli Tentang Adiknya yang Dokter Terpapar Corona
Adik Eddi Brokoli, dr Ira Nurrasyidah (Instagram)

ASKARA - Perjuangan para tenaga medis menangani pasien terjangkit virus corona (Covid-19) tidak kenal lelah. Apresiasi yang tinggi layak diberikan terhadap mereka. Mempertaruhkan nyawa, bahkan berisiko tertular Covid-19.

Presenter Eddi Hidayatullah atau akrab disapa Eddi Brokoli bercerita, adiknya bernama dr. Ira Nurrasyidah telah menangani sejumlah pasien yang ditemukan kasus positif Covid-19 maupun yang terdampak virus tersebut. 

"Waktu itu dia (adik perempuanku satu-satunya) sudah semingguan bekerja di garda terdepan, mulai dari berhadapan dengan suspect sampai yang betul-betul udah terdampak Covid-19 di RS Ulin Banjarmasin," tulis Eddi di akun Instagram miliknya eddibrokoli, Minggu kemarin (5/4).

Vokalis band Harapan Jaya era 1990-an itu memposting sebuah gambar adiknya lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD). Dikatakannya fotonya sama dengan postingannya pada 19 Maret. Kini adiknya tersebut jatuh sakit. 

"Kemudian dia sakit. Jumat tanggal 27 Maret di swab test, hasilnya keluar hari Selasa tanggal 31 Maret: positif covid-19," terang pria berusia 47 tahun itu. 

Sebelum menjalani pemeriksaan Swab yang bertujuan untuk mendeteksi virus corona, sang adik sudah menunjukan gejala seseorang terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

"Demam tinggi, batuk-batuk, gaenak perut, sedikit sesak. Alhamdulillah hari demi hari berangsur membaik. InsyaAllah segera sembuh kembali seperti sediakala. Mohon doanya, amin," ucap Eddi. 

Ira Nurrasyidah, kata Eddi, awalnya malu dengan dokter yang lebih senior karena dia jatuh sakit. Namun sang kakak meminta tidak perlu memikirkan hal tersebut. 

"Dia sempet bilang malu, masa ada dokter senior dia yg sepuh, sama-sama di garis depan menghadapi pasien Covid-19, tapi sehat-sehat aja, eh dia sendiri yang lebih muda, malah kena. Dasar. Masih aja mikir kaya gitu hehe," katanya. 

Pesan adiknya, perjuangan belum berakhir, mau cepet atau lama kembali pada individu masing-masing, Eddi mengingatkan virus bahwa virus ini bisa menjangkit siapapun. 

"Jadi kita harus bener-bener serius menghentikan penyebarannya. Jangan sampai kita dan keluarga tercinta terpapar, jangan juga kita membawa resiko menularkan ke orang lain. Ikuti anjuran pemerintah, #dirumahaja dulu sementara," tuturnya. 

Tentu tetap berada di rumah, jaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan pemerintah. Dengan demikian hal tersebut bisa mencegah penyebaran virus corona.

"Jangan kemana-mana. Kalaupun harus keluar rumah hanya kalau memang sangat penting (keluar rumah sebentar untuk donordarah di PMI masuk kategori sangat penting yah teman-teman) pakai masker," imbuhnya. 

Selain itu hindari keramaian, jaga jarak atau physical distancing, bersih-bersih sebelum masuk rumah lagi dan ketemu anggota keluarga, serta rajin cuci tangan.

"Kalau kita semua disiplin, #kitapastibisamelawan ini semua. Jangan lupa juga banyak berdoa, jaga kesehatan, stay fit supaya engga gampang sakit," pesannya. 

Eddi juga berharap agar adiknya segera pulih dan pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah negara di dunia segara berakhir. 

"Percaya, semuanya pasti segera berlalu, amiin. Buat adikku, dr. Ira Nurrasyidah, SpP you are our hero! Stay strong! Segera pulih lagi yess! Tetap semangat, we love you," tandasnya. 

Kerabat Eddi pun turut mendoakan untuk kesembuhan sang adik. Mereka menuliskannya dalam kolom komentar. 

"Lekas pulih dan berjasa kembali," tulis akun Instagram @Pidibaiq

"Semoga lekas sehat kembali, pandemi bisa segera berakhir, bisa kumpul bareng keluarga lagi," kata akun Instagram Andharaearly. 

"Keren banet adik lo @eddibrokoli. Terima kasih atas dedikasinya dan pengabdiannya," ucap akun Instgaram Cathysharon.

Komentar