Nyepi, Berlakukan Alam dengan Baik
ASKARA - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) umat Hindu di berbagai wilayah Indonesia melakukan perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1942, Rabu (25/3). Semua elemen berbenah serius bagaimana melestarikan alam.
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta menuturkan, sejak beberapa dasawarsa yang lalu sampai sekarang ini, isu tentang kondisi alam makin mencemaskan. Seumpama tempat tinggal yang mulai kehilangan fungsinya.
"Ibarat rumah tinggal, fungsi dan manfaat alam sudah kurang memberikan rasa nyaman lagi bagi penghuninya. Tapi jangan sampai ini berlanjut, maka bumi harus kita rawat bersama," ujarnya, Rabu (25/3).
Dikatakan, beberapa tahun terakhir ini dunia telah mengusung gagasan-gagasan reflektif, namun serius melestarikan alam, sebagaimana halnya semua orang memelihara rumah sendiri.
"Tahun lalu misalnya, dunia telah menggulirkan ide Connecting People to Nature, yang berarti hubungan manusia dengan alam atau terjemahan bebasnya adalah berhubungan dengan alam," ucapnya.
Menurutnya, gagasan ini tampak sangat klasik dan biasa-biasa saja. Tapi jika direfleksikan dengan baik maka akan beraneka pesan moral, yang disampaikannya tentang bagaimana seharusnya umat manusia memberlakukan alam.
"Kita jutaan umat manusia di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia, sebagai satu-satunya makhluk hidup ciptaan Tuhan yang berakal budi di alam semesta, memperlakukan alam dengan baik," kata politisi PDI Perjuangan itu.
Ditambahkan, bersikap arif dan bijaksana menciptakan lingkungan hidup yang kondusif dan baik. Kaitannya dengan Nyepi ternyata menjadi inspirasi dunia untuk mengurangi polusi.

Komentar