Selasa, 09 Juni 2026 | 19:17
SELEBRITAS

Jangan Panik Ketika Positif Corona Meningkat

Jangan Panik Ketika Positif Corona Meningkat
Tangkapan layar dari akun Edward Suhadi. (Instagram)

ASKARA - Video Creator Edward Suhadi punya pandangan berbeda terhadap wabah virus corona (Covid-19). 

Pandangan Edward menginspirasi warganet di Instagram bahwa kenaikan jumlah korban terinfeksi corona ke depan bukanlah suatu hal mengejutkan. 

Pandangan yang dikemas dalam video kreatif dan unik dan diunggah pada Sabtu (21/3) telah dilihat sekitar 848 ribu warganet dan mendapatkan 981 komentar. 

Lalu seperti apa isi pandangan Edward.

Dengan suaranya yang akrab dan renyah didengar, Erward menjelaskan bahwa masa inkubasi corona bisa mencapai 14 hari, namun yang mengejutkan adalah seseorang bisa terjangkit positif tanpa mengalami gejala. Bahkan kalaupun seseorang batuk dan demam bisa jadi itu bukan corona atau hanya flu biasa sehingga bingungkan. 

Oleh karenanya, Edward menilai bahwa saat ini cara yang paling akurat yang dimiliki pemerintah adalah pemeriksaan (testing). Seperti diketahui pemerintah tengah mempersiapkan tes massal. 

Pesan utama Edward adalah jangan panik jika nantinya setelah seseorang melakukan tes angka positif corona meningkat tajam.

"Kenapa? ibarat selama ini lampu yang nyala ini cuma lampu kecil saja sehingga yang kasus yang kelihatan ya gak sedikit, tapi begitu lampu-lampu lain di nyalain baru semuanya keliatan," ungkapnya.

Sehingga dengan ini jika nanti dalam sehari angkanya naik tinggi, maka bukan artinya dalam sehari tiba-tiba terinfeksi menyebar, yang membuat orang-orang berkata "Oh my God penyebarannya besar sekali dalam sehari, naik sekian."

"Namun lebih tepatnya dalam sehari keliatan banyak kasus positif yang terinfeksi itu dari kemarin-kemarin tapi belum kelihatan. Ngerti ya bedanya ya," sambung Edward. 

Oleh karenanya, pemeriksaan massal akan membuat pemerintah untuk mengetahui jumlah positif corona, dengan ini mereka bisa diisolasi agar tidak menularkan ke khalayak yang lebih banyak lagi. 

"Korea Selatan itu melawan Covid dengan cara ini, mereka ngetes 300 ribu orang dalam tujuh minggu, sehingga mereka nemuin 8.000 orang yang langsung diisolasi sehingga tidak menginfeksi khalayak yang lebih luas lagi," lanjut Edward. 

Dengan pemeriksaan massal ini kata Edward, membuat kurva penyebaran virus corona negara ginseng tersebut semakin menurun. Cara lain agar Indonesia juga bisa mewujudkan ini adalah melalui dukungan masyarakat dengan tidak panik.

Lanjut dia, menurut World Health Organization (WHO) secara statistik sebagian besar kasus-kasus yang akan positif nanti akan masuk kedalam kategori sedang dan secara statistik kebanyakan bisa sembuh, namun meskipun statistiknya seperti ini, dia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.

"Lebih lengkapnya baca-baca jurnal resmi WHO ya, di hari kedepan kita akan lihat banyak orang yang positif corona, teman-teman kita saudara-saudara, kita tapi inget jangan jadi stigma," kata Edward. 

Terjangkit corona bukanlah aib, dosa ataupun kesalahan orang itu sendiri. Yang harus tetap ditekankan adalah waspada dan menjaga diri dari terinfeksi. Bahkan harus membantu mereka untuk jadi sembuh. 

"Jadi akhirnya massif testing itu perlu supaya yang sakit dan tercecer disana sini bisa diisolasi sehingga tidak menimbulkan lebih banyak orang yang terinfeksi. Pahit nanti rasanya angka-angka kedepan tapi ini langkah yang sebetulnya positif," tandas Edward.

Komentar