Rabu, 17 Juni 2026 | 23:17
NEWS

Duel dengan Perwakilan PKS, Gerindra Yakin Rebut Kursi Wagub DKI

Duel dengan Perwakilan PKS, Gerindra Yakin Rebut Kursi Wagub DKI
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyosialisasikan visi-misinya di depan awak media (Aprilia Rahapit/Askara)

ASKARA – Setelah perwakilan Partai Keadilan Sosial (PKS), Nurmansjah Lubis lebih dulu menyosialisasikan pencalonannya, kini calon wakil gubernur DKI Jakarta yang Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (Ariza) mulai menampakkan diri. 

Seakan tak mau ketinggalan kereta, Ariza pun menyosialisasikan visi-misinya  khusus mengundang awak media di salah satu restoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat sore (31/1).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik yang hadir dalam acara tersebut mengawali pembicaraan dengan bercerita mengapa partainya memilih Ariza untuk maju mendampingi Anies Baswedan. 

Sebelumnya, kata Taufik, PKS mengusulkan nama Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Namun kemudian PKS kembali menyodorkan nama baru yakni Adhiyaksa Daud dan Nurmansjah Lubis. Penggantian itu ditandatangani, namun kemudian dicabut kembali. 

Hal itu ditanggapi Gerindra dengan menyodorkan nama usulan masyarakat untuk segera mungkin adanya calon wakil gubernur. Gerindra menyodorkan empat nama yakni Saefullah, Arnes Lukman, Ferry Juliantoro, dan Ariza Patria.

Akhirnya, PKS menetapkan Nurmansjah Lubis, sementara Gerindra memilih Ahmad Riza Patria. Taufik pun menyebut sejumlah alasannya dalam memilih Ariza sebagai cawagub untuk mendampingi Anies.

"Banyak pertimbangan, saya kira dari empat nama itu pilihan lebih kuat jatuh ke Ahmad Riza Patria pertimbangannya karena Ahmad Riza Patria memang aktif dari sejak kepemudaan di Jakarta, Ariza memang paham soal ke-jakarta-an, oleh karena itu saya kira itu salah satu jadi dasar pertimbangan," ungkap Taufik.

Dia juga menyebut, Ariza memiliki pengalaman yang cukup kuat dalam beroganisasi, dan kental pengalaman sebagai anggota dewan parlemen, sehingga dinilai telah mengetahui segala permasalahan di DKI Jakarta, dalam hal ini Ariza disebut tinggal tancap gas alias tidak perlu harus belajar kembali menjadi sosok wakil gubernur.

"Pengalaman berogranisasi di Jakarta, pengalaman sebagai anggota DPR karenanya wakil gubernur yang akan datang tidak mesti belajar dulu, dia memang harus sudah lanjut, sudah jalan untuk melaksanakan visi misinya gubernur Anies-Sandi. karena itu Alhamdulilah dengan segala kebesarannya PKS akan menyepakati usulan baru saudara Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria," tuturnya.

Ariza diyakini menang 

Saat ini, kata Taufik, usai proses Rapimgab berkaitan dengan proses pengesahan tata tertib maka akan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta untuk mengesahkan tata tertib, yang kemudian membentuk panitia pemilih untuk berkerja dan memverifikasi syarat-syarat sesuai yang diisyaratkan tata tertib kepada calon wakil gubernur. 

Taufik menyebut, DKI Jakarta akan memiliki wakil gubernur baru pada pertengahan Februari nanti.

"Kemudian baru dilakukan pemilihan untuk mwnentukan jadwal paripurna ditetapkan lewat badan musyawarah saya kira itu prosesnya sampai ke munculnya nama Ariza. Insya Allah dalam waktu dekat pertengahan Februari ini DKI sudah mempunyai wakil gubernur ya. Insya Allah Ariza yang jadi wakil gubernur," ujarnya. 

Menurut jadwal, Senin dan Selasa pekan depan, pihaknya mulai melakukan kegiatan kunjungan ke fraksi-fraksi. Kunjungan tersebut akan dimaksimalkan untuk menggaet dukungan dengan para anggota DPRD DKI Jakarta. 

"Senin besok dan Selasa kami terjadwal untuk roadshow secara formal ke fraksi-fraksi, dua hari selesai, karena Ariza harus siapkan dua hari dari pagi sampai sore keliling fraksi untuk memperkenalkan sekaligus melakukan komunikasi dan mudah-mudahan garis tangannya ke Ariza," tandasnya. 

Komentar