Senin, 08 Juni 2026 | 17:18

Jawa Paling Seksi Mendirikan Kerajaan

Jawa Paling Seksi Mendirikan Kerajaan
Raja dan ratu Keraton Agung Sejagat (Kompas)

ASKARA - Fenomena mendirikan kerajaan di Indonesia seolah tidak ada habisnya.

Maka itu, kepolisian bakal mendalami kasus-kasus tersebut. Mengingat khawatir dapat merugikan masyarakat maupun negara. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyampaikan, pendalaman melingkupi modus operandi yang dilakukan pelaku pendirian kerajaan fiktif. 

''Tentunya dengan munculnya berbagai masyarakat yang mengatasnamakan kerajaan perlu kita dalami,'' ujarnya, Jumat (24/1).

Untuk kasus pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo kini sudah ditangani oleh Polda Jawa Tengah. 

Polisi menahan Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso Hadiningrat yang bergelar sinuhun dan istrinya Kanjeng Ratu Fanni Aminadia. 

''Ini semua perlu pendalaman tersendiri berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan tersebut. Seperti yang di Purworejo sudah kita lakukan penahanan. Memang motifnya ekonomi di sana,'' jelas Argo. 

Polisi juga menemukan bahwa terdapat unsur penipuan dalam kasus Keraton Agung Sejagat. Yakni dengan meminta uang dari para pengikutnya. Adapun, pasal yang disangkakan adalah pasal 378 KUHP tentang penipuan. 

''Sekarang proses penyidikan. Dan tentunya kita tunggu saja semua masih bekerja untuk menyelesaikan berkas perkara yang disangkakan kepada dua orang itu,'' kata Argo. 

Terpisah, Kerabat Pakualaman Roy Suryo mengatakan, keberlangsungan kerajaan fiktif bakal bertahan selama masih ada mastermind atau dalangnya. Meski sejauh ini ada yang sudah masuk ranah pidana.

''Tergantung dalang-dalangnya. Cuma bisa jadi panjang karena mulai ada beberapa temuan tindak pidana yang dilakukan oleh mereka,'' jelasnya. 

Mantan menteri pemuda dan olah raga itu meminta polisi mengusut tuntas fenomena kerajaan fiktif. Terlebih juga ada kerajaan-kerajaan lain yang berani memunculkan diri dengan motif beragam. 

''Memang yang paling seksi di Jawa kalau soal keraton-keratonan begini. Itu yang harus dicari motifnya. Ironisnya malahan sekarang ada anggorta DPD RI di Bali yang mengaku raja Majapahit segala,'' kata Roy Suryo.

Komentar