Kamis, 04 Juni 2026 | 05:17
COMMUNITY

Pesepeda Sudah Difasilitasi Pemerintah Tapi Kurang Dihargai Pengendara Lain

Pesepeda Sudah Difasilitasi Pemerintah Tapi Kurang Dihargai Pengendara Lain
Komunitas Sel-Sel. (Foto: Sepeda Lipat Selatan Jakarta)

ASKARA - Penataan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menambah jalur khusus sepeda dinilai positif. 

Langkah itu disebut merupakan salah satu cara untuk memberikan pelayanan maksimal bagi para pengguna sepeda terlebih sebagai dorongan warga beralih menggunakan sepeda untuk beraktivitas. 

Teuku Agam Bramulia, anggota komunitas sepeda lipat Selatan Jakarta (Sel-Sel) mengaku merasa makin nyaman bersepeda di Jakarta ditambah pula ada fasilitas pendukung lainnya.

"Bersyukur Jakarta Selatan sudah ada jalur sepeda dan dilintasi MRT yang sangat ramah bagi pesepeda. Ada parkiran sepeda juga. Bisa leluasa menggunakan trasportasi umum dan membawa sepeda lipat," ucapnya, belum lama ini.

Diketahui, Sel-Sel adalah wadah bagi para pencinta sepeda dari Jakarta Selatan yang sudah berdiri sejak 1 April 2018. Berawal dari berkabar hingga gowes bareng pada tanggal itu.

Saat ini Komunitas Sel-Sel sudah beranggotakan 300 orang yang datang dari berbagai kalangan mulai pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, artis, hingga pemain bola.

Berbagai kegiatan gowes bareng dan sharing tentang sepeda cukup aktif dilakukan oleh sel-sel. Ada kegiatan rutin Sel-Sel setiap pekan untuk bersepada bareng yakni "Gowes Sabtu Bareng Sel-Sel".

"Biasanya ada titik temu yang sudah ditentukan dan akan menjalani ke suatu tempat yang dituju bersama-sama. Kita bebas berkreasi dan berinteraksi dengan beragam kalangan yang ada di Sel-Sel," ujarnya.

Berbicara soal hobi memang tidak ada habisnya. Para pegiat sepeda lipat selalu ingin memiliki sepeda terbaik dengan harga yang dapat membuat orang awam terheran-heran.

Selain itu, Sel-sel pun cukup akrab dengan berbagai komunitas sepeda lainnya di Jakarta. Saling gowes bareng di jalan ibu kota menjadi salah satu agenda yang disiapkan untuk saling bersilaturahmi.

"Terkadang rasa menghargai para pengguna kendaraan lain masih sangat kurang. Karena suka menerobos jalur sepeda. Apalagi, belum lama ini kan ada kabar pesepeda yang tertabrak," katanya.

Agam meminta kepada para pengguna kendaraan lain untuk lebih menyadari kehadiran para pesepeda. "Kami ingin mereka sadar bahwa para pesepeda itu ada," harapnya. (genpi)

Komentar