Lama Vakum Menyanyi, Fanny Su Rilis Album Kompilasi
JAKARTA: Fanny Sumapode atau lebih dikenal Fanny Su, wanita asal Bitung, Sulut, kelahiran Surabaya 8 Mey ini sejak kecil, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan asal Manado, Hendrik Sumapode dan Theresia Pongoh senang menyanyi dan sering ikut lomba nyanyi.
Untuk menjadi seorang penyanyi yang handal, maka dia berusaha meniti karir dari bawah, tidak instant, cepat ngetop lalu menghilang. Dari sinilah dia memiliki semboyan hidup, “Berjuang dari bawah untuk mencapai kesuksesan”.
“Saya sudah melahirkan album kompilasi. Dalam satu album itu ada beberapa lagu daerah, Ambon, Manado, ada Pop Indonesia dan Barat. Selain itu dangdut remix,” ujar Fanny pada liranews.com disalah satu Mall di Jakarta, baru-baru ini.
Dalam satu album, lanjut dia, ada lagu yang menjadi andalannya, yakni, “satu tanda tangan”, disusul lagu, “kata hati”. Yang jelas dia ambil genre pop dan remix. Sudah dua single yang dilempar kepasaran, pertama judulnya “wanita malam”. Lalu yang dirilis 6 bulan lalu “OMG Helow”.
Soal kegiatan nyanyi, dilingkungan keluarga, terutama orang tuanya juga sangat mensuport. Mulai dari SD, SMP sering ikut lomba nyanyi hingga meraih piala. Bahkan pernah juara dua se- Sulut.
Sebenarnya, Fanny yang pernah ikut sinetron Saras 008 dan reality show Uya Kuya dan lain-lain itu baru setahun balik lagi kedunia enterteiment, dari nol lagi, setelah vakum selama 13 tahun.
Kevakuman tersebut karena ada sesuatu hal yang tidak bisa diumbar ke publik. Lalu pada tahun 2018 lahirlah lagu kompilasi pada album “kata hati”, yakni mencurahkan isi hati.
“Dalam album itu ada lagu lawas direlisnya ulang judulnya “Sayang Bilang Sayang”, lagu tersebut menceritakan tentang patah hati,”ujarnya.
Rencana kedepan, kata dia, bisa masuk lebih kekancah musik Indonesia, nasional. Beruntung, saat ini dia lagi kolaborasi bersama Joe Thunder, gurunya Linbad. Joe Thunder menciptakan lagu judulnya Beda Itu Indah.
Walaupun berbeda-beda warna tetapi tetap satu. Di album itu berempat berkelaborasi dengan Joe Thunder, Fanny, Dea Bacan dan Okky Pradana. Vidio sudah rampung dan saat ini lagi promo dan show dilima kota, seperti, Depok, Bandung , Palangkaraya, Banjarmasin Samarinda hingga Pebruari 2020.
Setiap orang punya cita-cita jadi penyanyi hebat. Namun bagi Fanny untuk menjadi go internasional pun siapa pun punya kesempatan. Tapi, yang jelas dia berharap cita-ciranya bisa naik level nasional. Apalagi baru meniti karir lagi dunia nyanyi.
“Syukurlah, meski baru setahun balik kedunia nyanyi, sudah banyak yang merespon baik, seperti masyarakat di Manado, terutama Kota Bitung dan Pemdanya,”pungkasnya. (Abuzakir Ahmad)

Komentar