Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:44
NEWS

Rocky Gerung: Istana Sarang Koruptor, Saya Masuk Bawa Pil Nuklir

Rocky Gerung: Istana Sarang Koruptor, Saya Masuk Bawa Pil Nuklir
Rocky Gerung (dok.tvonews)

ASKARA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Rocky Gerung, membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut Istana sebagai sarang koruptor. Pernyataan itu ia sampaikan dalam program Indonesia Menuju Kemandirian di tvOneNews.

Rocky menegaskan, keputusannya masuk ke dalam lingkaran kekuasaan adalah untuk mengejar para koruptor yang menurutnya seharusnya sudah punah.

"Itu istana adalah sarang korupsi. Saya masuk ke sarang itu. Kenapa saya masuk? Buat ngejar sesuatu yang seharusnya sudah punah itu koruptor," ujar Rocky, dikutip Selasa (21/10).

Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Rocky menggunakan analogi medis yang dipelajarinya dari Fatimah, yakni soal apoptosis atau sel yang bunuh diri.

Dalam penjelasannya, tubuh manusia dirancang untuk membiarkan sel yang sudah busuk melakukan bunuh diri demi tidak merusak sel sehat. Namun, ada sel yang tidak tahu diri dan justru melakukan metastasi merusak sel bagus.

"Koruptor juga begitu sekarang. Harusnya dia tahu diri bahwa dia sudah diincar oleh mahasiswa. Dia sembunyi di birokrasi, dia sembunyi di regulasi. Di mana? Di istana," jelasnya.

Rocky pun menyamakan langkahnya masuk ke Istana dengan membawa alat untuk mendeteksi sel rusak tersebut.

"Saya masuk ke sarang itu untuk ngejar si sel yang seharusnya apoptosis. Saya bawa kateter. Saya bawa pil nuklir, supaya tahu dia sembunyi di mana," tegasnya.

Lebih lanjut, Rocky menyebut apa yang ia istilahkan sebagai 'ghost past' dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, beberapa orang dekat Presiden termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan beberapa menteri adalah sel yang seharusnya melakukan apoptosis namun enggan melakukannya.

"Oleh karena itu dia mesti di radikal break," kata Rocky.

Ia mencontohkan penindakan terhadap orang dekat Presiden, seperti Kepala BGN, sebagai bukti bahwa pemberantasan korupsi sedang dijalankan melalui radikal break.

"Jadi kalau dibilang bahwa presiden tidak memberantas korupsi, bahkan teman dekatnya kepala BGN disikat karena enggak mau apoptosis, beberapa yang adalah menteri unggulan disikat," ungkapnya.

Menurut Rocky, upaya radikal break tersebut akan terus terjadi secara berulang dan beruntun. Ia membantah anggapan bahwa dirinya masuk ke pemerintahan untuk mencari kedudukan atau kemewahan.

"Tidak ada motif untuk cari kedudukan. Saya pendaki gunung, bukan pendaki kekuasaan. Buat apa kemewahan di situ?" pungkasnya.

Editor: Husnie

Berita Terkait