Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:06
MILITER

Dari Pelukan Orang Tua ke Kawah Candradimuka, 1.944 Taruna Memulai Pengabdian

Dari Pelukan Orang Tua ke Kawah Candradimuka, 1.944 Taruna Memulai Pengabdian
Brigjen TNI (Mar) Pardosi menyaksikan langsung putranya, Jonathan Matthew Hatorangan Pardosi, mengikuti prosesi wisuda (Dok Askara)

ASKARA - Di balik langkah tegap para taruna yang memasuki lapangan upacara, ada doa panjang para orang tua yang mengiringi perjalanan mereka. Hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya perjalanan pendidikan dan pengabdian yang penuh tantangan.

Sebanyak 1.595 Prajurit Taruna Akademi TNI dan 349 Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti prosesi wisuda di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Kamis (8/10/2026).

Upacara dimulai sekitar pukul 06.45 WIB dan dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri. Hadir pula Pangdam IV/Diponegoro serta Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar.

Prosesi tersebut menjadi momentum sakral bagi para taruna yang sebelumnya berstatus Calon Prajurit Taruna (Capratar) untuk resmi memasuki tahapan pendidikan sebagai Prajurit Taruna TNI dan Bhayangkara Taruna.

Salah satu momen penting ditandai dengan penyematan tanda pangkat Kopral Taruna kepada perwakilan taruna terbaik dari matra TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Polri. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pembekalan dari pimpinan TNI dan Polri.

Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya disiplin, integrasi, soliditas, serta sinergi TNI dan Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Suasana kemudian berubah semarak. Para taruna menampilkan berbagai atraksi, mulai dari Genderang Suling Canti Lokananta, marching band, taktik dasar militer, bela diri militer, senam senjata hingga keterampilan melewati lintasan halang rintang.

Parade dan defile menjadi penutup rangkaian kegiatan di lapangan. Namun, bagi para orang tua, momen paling menyentuh justru terjadi setelah upacara selesai.

Pelukan, jabat tangan, senyum dan foto bersama menjadi cara sederhana para orang tua melepas rindu sekaligus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka yang akan kembali menjalani pendidikan.

Di antara para orang tua yang hadir, terdapat Brigjen TNI (Mar) FJH Pardosi, yang menyaksikan langsung putranya, Jonathan Matthew Hatorangan Pardosi, mengikuti prosesi wisuda.

Bagi Pardosi, keberhasilan Jonathan melewati satu tahapan pendidikan bukanlah akhir perjalanan. Masih ada rangkaian pendidikan yang harus dijalani dengan disiplin, ketekunan dan kesehatan.

Sebagai seorang ayah, ia pun menitipkan doa sederhana untuk putranya.

"Semoga Jonathan Pardosi selalu dimudahkan dan sehat selalu dalam menyelesaikan semua tahapan pendidikan. Tuhan memberkati. Amin," ucap Pardosi.

Doa itu menjadi gambaran bahwa di balik seragam, pangkat dan prosesi militer yang penuh ketegasan, ada harapan orang tua yang sangat manusiawi: melihat anaknya tumbuh, menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak mampu menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.

Hari itu, 1.944 taruna melangkah memasuki babak baru. Mereka meninggalkan lapangan upacara dengan membawa kebanggaan keluarga sekaligus tanggung jawab yang semakin besar.

Dari pelukan orang tua, mereka kembali menuju kawah candradimuka, tempat disiplin, ilmu dan ketangguhan ditempa untuk mempersiapkan mereka menghadapi tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Editor: Dar Edi Yoga

Berita Terkait