ASKARA - Warga di sejumlah wilayah Indonesia perlu mewaspadai kualitas udara pada Rabu (7/10/2026) malam. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 berada pada level sangat tinggi di sejumlah daerah.
Data BMKG yang diperbarui pukul 22.00 WIB menunjukkan kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Talang Betutu Palembang. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 464,0 dan masuk kategori berbahaya.
Di urutan berikutnya terdapat Pangkalanbun dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 442,0, juga berada pada kategori berbahaya.
Kualitas udara serupa tercatat di Muaro Jambi dengan PM2.5 sebesar 318,5, Musi 2 Palembang sebesar 297,7, serta Palangkaraya sebesar 251,2. Ketiga wilayah tersebut juga masuk kategori berbahaya.
Situasi tidak kalah serius terlihat di Pekanbaru dan Mempawah. Masing-masing mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 227,6 dan 206,4, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu, sejumlah daerah lain berada dalam kategori tidak sehat. Kota Jambi tercatat 140,8, Sintang 101,4, Batam 80,6, Tanjung Harapan 76,5, Medan 66,2, dan Kubu Raya 56,2.
Maros dalam pemantauan yang sama juga ditandai BMKG dengan kategori tidak sehat, meski angka konsentrasinya tidak terlihat pada tampilan data yang terpantau.
Lima Wilayah Berstatus Berbahaya
Jika melihat data BMKG tersebut, sedikitnya lima lokasi telah masuk kategori berbahaya pada pukul 22.00 WIB, yakni: Talang Betutu Palembang: 464,0; Pangkalanbun: 442,0; Muaro Jambi: 318,5; Musi 2 Palembang: 297,7; Palangkaraya: 251,2
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan hingga wilayah lainnya tercatat mengalami kualitas udara yang tidak sehat pada waktu pemantauan yang sama.
Data tersebut merupakan pemantauan BMKG pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB. Kondisi kualitas udara dapat berubah seiring perubahan cuaca, angin, dan kondisi atmosfer.