ASKARA - Studi Lapangan (STULA) Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik kepemimpinan dan inovasi pelayanan publik yang diterapkan di lingkungan Bea Cukai Medan.
Kegiatan ini melibatkan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI Aceh, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan. Bea Cukai Medan dipilih sebagai lokus pembelajaran untuk memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat maupun pengguna jasa.
Mengangkat tema “SAKTI – Sinergi Adaptasi Kinerja, Teknologi dan Integritas”, kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, meningkatkan kinerja, serta mempertahankan integritas dalam setiap pelaksanaan pelayanan.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan paparan mengenai sejumlah inovasi yang telah dikembangkan Bea Cukai Medan. Beberapa di antaranya adalah Tasya AI dan CEISACare, layanan digital satu pintu, janji layanan yang disertai kompensasi, Forum BIKA MEDAN, serta Klinik Ekspor “Rumah Bersama”.
Kehadiran berbagai inovasi tersebut memperlihatkan upaya Bea Cukai Medan dalam menciptakan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan responsif. Inovasi juga dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat dan pengguna jasa, sehingga pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga pada kepuasan penerima layanan.
Selain inovasi, capaian kinerja Bea Cukai Medan turut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. KPPBC Tipe Madya Pabean B Medan berhasil mencatat seluruh 19 Indikator Kinerja Utama (IKU) melampaui target, dengan realisasi penerimaan negara mencapai 116,17 persen.
Sementara itu, indeks kepuasan pengguna jasa mencapai 120 persen dan tingkat kepatuhan pengguna jasa berada pada angka 99,04 persen pada 2025. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa penerapan inovasi, penguatan kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan dapat berjalan secara beriringan.
Bagi peserta PKP, studi lapangan ini memberikan pengalaman nyata yang dapat dijadikan lesson learnt dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teori pengelolaan organisasi, tetapi juga melihat bagaimana inovasi dan strategi pelayanan diterapkan secara langsung dalam lingkungan kerja.
Pembelajaran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada teknologi. Sumber daya manusia, kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan, sinergi antarpihak, serta komitmen menjaga integritas menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam mewujudkan pelayanan publik berkualitas.
Melalui konsep “SAKTI”, peserta diajak memahami bahwa sinergi, kemampuan beradaptasi, pemanfaatan teknologi, dan integritas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hasil pembelajaran dari Bea Cukai Medan diharapkan dapat dibawa oleh peserta ke lingkungan kerja masing-masing. Berbagai praktik baik yang diperoleh selama STULA diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru dan peningkatan kualitas pelayanan sesuai kebutuhan organisasi serta masyarakat.
Pada akhirnya, STULA PKP Angkatan I Tahun 2026 menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai penerapan inovasi dalam pelayanan publik. Kegiatan ini berlangsung di Medan dan menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran PKP Angkatan I Tahun 2026 pada 6 Oktober 2026.