Rabu, 30 September 2026 | 09:04
NEWS

Nasabah Bank Mandiri Diteror OTP Transaksi Luar Negeri, Diduga Data Kartu Bocor

Nasabah Bank Mandiri Diteror OTP Transaksi Luar Negeri, Diduga Data Kartu Bocor
Ilustrasi

ASKARA - Isu keamanan data nasabah perbankan nasional kembali menyeruak dan menjadi trending di media sosial. Kali ini, salah satu bank BUMN terbesar, Bank Mandiri, menjadi sorotan setelah dugaan kebocoran data kartu debit/kredit nasabah.

Keluhan tersebut disampaikan secara terbuka oleh aktivis dan tokoh publik, Azzam Mujahid Izzulhaq melalui akun X pribadinya @Azzamlzzulhaq, Selasa (29/9/2026).

Azzam mengaku resah lantaran sepanjang September 2026, ia berulang kali menerima SMS berisi kode One-Time Password (OTP) dari Bank Mandiri, padahal ia tidak pernah melakukan transaksi apapun.
"Beberapa kali di bulan September ini menerima OTP yg artinya ada yg menggunakan nomor kartu Visa/ Mastercard kita untuk bertransaksi. Dear @ bankmandiri ada apakah gerangan? Apakah ada kebocoran security? Sahabat ada yg mengalami hal yg sama?” tulis Azzam.
Transaksi Mencurigakan di Inggris hingga Panama

Kecurigaan semakin menguat setelah Azzam mengunggah bukti tangkapan layar notifikasi OTP tersebut. Terlihat ada upaya transaksi dari merchant luar negeri dengan mata uang asing:
• 19 September: Percobaan transaksi di merchant SEVENTHSTORES senilai PAB 5,20 (Balboa Panama). • 26 September: Percobaan transaksi di Ikea UK senilai GBP 110,00 atau sekitar Rp 2,3 juta. • 29 September: Percobaan transaksi misterius kembali berulang. 
Pola transaksi lintas negara dengan nominal kecil hingga besar ini mengindikasikan modus klasik BIN Attack atau Carding. Diduga, data sensitif kartu seperti 16 digit nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dan kode CVV telah bocor di dark web dan dicoba digunakan oleh peretas untuk belanja di luar negeri.

Beruntung, hingga kini transaksi tersebut gagal jebol karena sistem keamanan OTP Bank Mandiri masih menahan. Selama kode OTP tidak diberikan kepada siapapun, dana nasabah tetap aman.

Respons Bank Mandiri

Keluhan Azzam langsung direspons oleh akun resmi Bank Mandiri bankmandiri di kolom komentar.

“Hai Sahabat @Azzamlzzulhaq, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Utk perihal keluhan tsb sudah kami informasikan melalui DM. Mohon kesediaannya utk dilakukan pengecekan lebih lanjut ya,” tulis admin Bank Mandiri】.

Pihak bank juga mengimbau nasabah yang mengalami hal serupa untuk segera melakukan pemblokiran kartu sementara melalui aplikasi Livin’ by Mandiri atau menghubungi layanan Livin’ Call di 14000. Bank Mandiri menegaskan untuk tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapapun, termasuk pegawai bank.

Kasus ini sontak memicu gelombang komentar dari warganet lain yang mengaku mengalami kejadian serupa. Banyak yang mempertanyakan seberapa aman perlindungan data kartu berlogo Visa dan Mastercard di perbankan nasional saat ini.

Pakar keamanan siber menyarankan, jika sudah menerima OTP tanpa transaksi, itu adalah alarm bahaya level 1. Segera ganti kartu, bukan hanya blokir sementara.

Komentar