Ketua MPR: Peran Media Vital Sebagai Jembatan Kerja Parlemen ke Masyarakat Luas
ASKARA-Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyadari peran vital wartawan dalam menjembatani kerja-kerja parlemen agar sampai ke masyarakat.
Demikian ditegaskan Ketua MPR Ahmad Muzani saat memberikan sambutan dalam Media Gathering MPR RI di Hotel Crown Plaza, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.
Dia berulang kali menegaskan tanpa peran media, seluruh pembahasan dan pemikiran di MPR tidak akan pernah sampai ke rakyat.
"Kerja kami, rapat-rapat kami, pembahasan kami, pemikiran-pemikiran kami tidak akan pernah tersampaikan kepada masyarakat kalau tidak ada yang melanjutkan dalam bentuk pemberitaan," ujar Muzani.
Dia menyebut kerja parlemen pada hakikatnya adalah kerja politik yang membutuhkan tindak lanjut berupa pemberitaan agar diketahui publik secara luas.
"Media sangat penting artinya bagi proses kerja kami, karena proses kerja parlemen pada dasarnya adalah proses kerja politik yang perlu ada lanjutannya dalam pemberitaan sampai ke rakyat," ujarnya lagi.
"Intinya adalah bagaimana kawan-kawan akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh MPR kepada rakyat. Karena itu, kerja wartawan adalah sebuah kerja yang sangat mulia," kata politisi Partai Gerindra ini.
Tak ketinggalan, Muzani juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dan keberimbangan dalam pemberitaan. Wartawan, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai penyambung lidah antara lembaga negara dan masyarakat.
"Memberitakan dari sisi mana pun sebagai penyambung lidah ke masyarakat kemudian tetap harus dalam kondisi yang netral dalam cara memberitakannya," tegasnya.
Pada bagian lain, Muzani juga menyoroti risiko profesi jurnalistik yang tidak ringan. Ia mencontohkan keberanian wartawan pada masa perjuangan kemerdekaan, termasuk dalam mendokumentasikan peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjadi bukti sejarah bangsa.
Menurutnya, perjuangan wartawan dalam menjaga dan mengabadikan peristiwa penting menunjukkan bahwa jurnalistik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah bangsa.
"Wartawan adalah pejuang. Kenapa wartawan disebut seorang pejuang? Yang dilakukan oleh wartawan sama dengan yang dilakukan oleh kami semua sebagai seorang anggota MPR. Dia memperjuangkan kebenaran, dia memperjuangkan kemuliaan, dan dia berjuang untuk bangsa dan negaranya," kata Muzani.
Dikatakanya meski ruang lingkup perjuangan wartawan dan anggota parlemen berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama yakni memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
"Atas nama pimpinan Majelis, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua wartawan yang ada di Senayan, yang terus bersama kami dalam memberitakan, dalam menyuarakan, dalam menyampaikan berbagai macam berita yang bersumber dari MPR," kata Muzani.
Pada kesempatan itu, dia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan lima jurnalis yang hingga saat ini belum ditemukan saat meliput erupsi gunung Anak Krakatau.
"Kita tundukkan kepala untuk mendoakan para jurnalis yang hilang saat melaksanakan tugasnya. Sejak dulu, sejak jaman penjajahan para jurnalis memberikan kontribusi besar termasuk resiko nyawa," tegasnya.
Sementara Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan pada kata sambutannya menegaskan MPR RI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi di tengah dinamika kehidupan bernegara.
Menurutnya peran tersebut penting terus dipahami karena MPR RI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas politik di Parlemen, tetapi juga memiliki mandat kebangsaan yang melekat pada kelembagaannya.
“MPR RI memiliki tugas penting sebagai penjaga konstitusi dan kebangsaan. Hal ini menjadi salah satu yang dianggap penting untuk dipahami terkait posisi dan peran MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dimensi kebangsaan yang melekat pada MPR perlu terus dikomunikasikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan mudah dipahami," jelasnya.
Ditegaskannya, pemberitaan mengenai MPR tidak hanya menyampaikan kegiatan, tetapi juga harus membantu masyarakat memahami peran kelembagaan MPR,” ujarnya.
Karena itu, Ariawan menilai wartawan Parlemen mempunyai peran penting dalam menghadirkan pemberitaan yang mampu menjelaskan kerja MPR secara lebih utuh.
"KWP dapat ikut menyampaikan informasi mengenai tugas MPR kepada masyarakat melalui pemberitaan yang profesional,” ujar Ariawan.
Pihaknya menambahkan sinergi antara KWP dan MPR RI tetap diperlukan agar informasi mengenai konstitusi, kebangsaan, serta kerja kelembagaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Sinergitas KWP dan MPR dalam pemberitaan harus terus dibangun dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik,”‘ujar Ariawan.
Dia berharap pemberitaan mengenai MPR RI dapat memperluas ruang edukasi publik mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya terkait konstitusi.
<“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai seluruh kegiatan MPR," ujarnya.Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Plt Sekjen MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, para pejabat Eselon II dan pegawai Setjen MPR RI.
Perhelatan media Gathering MPR Tahun 2026 ini diikuti lebih dari 70 media yang tergabung dalam KWP. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dalam mendukung penyebaran informasi MPR RI kepada masyarakat.(dry)

Komentar