Senin, 28 September 2026 | 23:33
NEWS

150 Ribu Umat Yahudi Larut dalam Doa di Tembok Barat

150 Ribu Umat Yahudi Larut dalam Doa di Tembok Barat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara Netanyahu di Plaza Tembok Barat, Yerusalem (Dok IG)

ASKARA - Lautan manusia memenuhi kawasan Tembok Barat, Yerusalem, belum lama ini. Sekitar 150.000 umat datang membawa doa, harapan dan pergumulan masing-masing dalam pertemuan Selichot terbesar sekaligus penutup rangkaian doa menjelang Yom Kippur.

Sejak sore, Plaza Tembok Barat, balkon-balkon di sekitarnya hingga gang-gang di kawasan Kota Tua Yerusalem mulai dipadati umat. Kerumunan terus mengalir hingga puncak acara, menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus penuh emosi.

Malam itu menjadi semakin menyentuh dengan kehadiran para penyintas penyanderaan. Eliya Cohen dan pasangannya, Ziv Abud, serta Rom Braslavski, Elkana Bohbot dan Ohad Ben Ami hadir di tengah puluhan ribu umat. Kehadiran mereka disambut dengan haru dan penghormatan.

Di tengah suasana doa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara Netanyahu, juga hadir. Turut hadir Kepala Rabbi Sephardi Israel Rabbi David Yosef, Kepala Rabbi Ashkenazi Israel Rabbi Kalman Meir Ber, Rabbi Shmuel Rabinowitz selaku rabbi Tembok Barat dan situs-situs suci, serta Wali Kota Yerusalem Moshe Lion.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menyampaikan doa bagi keselamatan prajurit IDF dan aparat keamanan serta keselamatan Negara Israel. Para Kepala Rabbi Israel juga memanjatkan doa bagi perdamaian dan persatuan bangsa Yahudi.

Rabbi Shmuel Rabinowitz mengatakan, rangkaian Selichot kembali menunjukkan bahwa Tembok Barat bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan umat dari berbagai latar belakang.

"Bulan ini sekali lagi membuktikan bahwa Tembok Barat adalah jantung bangsa Yahudi yang berdetak," ujar Rabinowitz.

Menurutnya, umat datang dari berbagai penjuru negeri dengan beragam pandangan dan latar belakang. Mereka yang mengenakan kippah maupun yang tidak, berdiri bersama dan berdoa dengan satu hati.

Doa-doa dipanjatkan bagi keselamatan prajurit, kesembuhan mereka yang terluka, penghiburan bagi keluarga yang berduka, serta perdamaian dan persatuan bangsa Israel.

Dari suasana spiritual tersebut, Rabinowitz mengajak umat memasuki tahun baru dengan harapan akan hadirnya penyembuhan, penghiburan dan berkat.

"Di atas segalanya, kita mengingat bahwa kita semua adalah satu bangsa, terikat oleh nasib bersama dan dipersatukan dalam doa bersama," katanya.

Besarnya jumlah umat membuat seluruh kawasan sekitar Tembok Barat dipenuhi manusia. Bagi mereka yang tidak dapat masuk ke plaza utama, rangkaian doa disiarkan melalui layar-layar besar di sejumlah lokasi, termasuk kawasan sekitar Jaffa Gate dan IDF Square.

Western Wall Heritage Foundation mencatat hampir dua juta umat telah mengunjungi kawasan Tembok Barat selama rangkaian bulan penuh doa dan Selichot. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk penyintas penyanderaan, keluarga korban, veteran IDF yang terluka, prajurit dan anggota pasukan keamanan.

Menjelang Yom Kippur, persiapan kembali dilakukan untuk menyambut ribuan umat yang akan mengikuti doa sepanjang hari suci tersebut. Puncak rangkaian diperkirakan terjadi saat doa Ne’ilah, sebelum tiupan shofar menandai berakhirnya Yom Kippur.

Di Tembok Barat, doa kembali menjadi bahasa yang menyatukan. Di tengah luka, kehilangan dan ketidakpastian, puluhan ribu orang berdiri bersama membawa satu pesan sederhana: harapan masih menyala.

 

Komentar