Enam Dekade KAHMI: Prof. Rokhmin Tegaskan Peran Alumni untuk Kedaulatan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
ASKARA - Momentum bersejarah mewarnai Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-16 Universitas Madani Nusantara (UMN). Sarasehan Nasional digelar di Kampus UMN Sukabumi, Ahad (27/9), dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional lintas bidang.
Hadir langsung Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum. Kehadirannya menegaskan komitmen KAHMI sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.
Turut menjadi pemrasaran utama, tokoh kelautan nasional Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota DPR RI Komisi IV, Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, yang juga pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004.
Mengusung tema besar "Enam Dekade KAHMI: Meneguhkan Peran Alumni, Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa," sarasehan ini bukan sekadar seremoni milad, melainkan menjadi ruang refleksi, konsolidasi gagasan, dan proyeksi peran KAHMI untuk masa depan Indonesia.

SDM Unggul Kunci Kedaulatan Bangsa
Dalam pemaparannya yang komprehensif, Prof. Rokhmin Dahuri menekankan bahwa transformasi pembangunan nasional tidak bisa lagi bertumpu pada sumber daya alam semata, melainkan harus beralih pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, ada lima pilar utama pembangunan berkelanjutan yang harus menjadi fokus KAHMI dan alumni:
1. Peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing global
2. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi
3. Peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional
4. Penguatan karakter kebangsaan dan peradaban 5. Tata kelola pembangunan yang baik, bersih, dan berkelanjutan
"Enam dekade perjalanan KAHMI harus menjadi energi untuk terus menghadirkan gagasan, keteladanan, dan karya nyata. Alumni dan kaum intelektual harus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045," tegas Prof. Rokhmin di hadapan peserta sarasehan.

Dihadiri Tokoh Nasional Lintas Generasi
Sarasehan ini semakin berbobot dengan hadirnya sejumlah tokoh nasional sebagai pemrasaran:
1. Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E. - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) 2014-2016, yang mengulas tentang reformasi birokrasi dan kepemimpinan kebangsaan.
2. Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU - Rektor Universitas Indonesia, yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi dan peradaban.
3. Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T. - Anggota DPR RI Komisi III (2024-2029), yang membahas tentang penegakan hukum dan keadilan sebagai fondasi kedaulatan.
Kehadiran lintas tokoh dari eksekutif, legislatif, akademisi, dan alumni ini menunjukkan bahwa KAHMI tetap menjadi rumah besar bagi gagasan kebangsaan.

Penyelenggaraan Sarasehan Nasional di Universitas Madani Nusantara, Sukabumi, memiliki makna simbolis. UMN sebagai kampus yang lahir dari rahim pemikiran KAHMI diharapkan menjadi laboratorium peradaban yang melahirkan SDM unggul dan berakhlak.
Momentum Milad ke-60 ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, namun menjadi titik tolak untuk memperkokoh sinergi pentahelix antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Sinergi ini menjadi kunci untuk mengakselerasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, serta memastikan cita-cita besar Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud - Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berdaulat secara politik, budaya, dan peradaban.

Komentar