Pulau Penyengat Jadi Saksi, Kodaeral IV Dukung Pelestarian Bahasa Nasional
ASKARA - Pulau Penyengat kembali menjadi ruang penting untuk merawat ingatan sejarah dan kebudayaan bangsa. Di pulau yang lekat dengan sejarah perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu itu, Museum dan Monumen Bahasa Nasional resmi memasuki tahap groundbreaking, Kamis (24/9/2026).
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., hadir dalam kegiatan tersebut bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau.
Kehadiran Kodaeral IV dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah, budaya, dan warisan kebahasaan nasional. Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam perjalanan bahasa dan kebudayaan Melayu yang kemudian turut menjadi bagian dari akar kebudayaan dan bahasa Indonesia.
Dankodaeral IV hadir didampingi Kadister dan Dansatrol Kodaeral IV. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya di wilayah Kepulauan Riau.
Tidak hanya hadir dalam agenda kebudayaan, Kodaeral IV juga mendapat apresiasi atas pelaksanaan Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) Tahun 2026 di Pulau Penyengat.
Dankodaeral IV menerima penghargaan atas kontribusi Kodaeral IV melalui kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang menjadi bagian dari program tersebut.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas upaya TNI AL menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. Melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial, keberadaan KBN diarahkan tidak sekadar menjadi program seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Bagi masyarakat Pulau Penyengat, kehadiran program tersebut melengkapi makna pembangunan yang tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kesehatan, kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
Program Kampung Bahari Nusantara merupakan salah satu bentuk komitmen TNI AL dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat pesisir agar semakin sehat, mandiri, dan berdaya.
Di tengah pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional, kehadiran Kodaeral IV memperlihatkan dua sisi yang berjalan beriringan: menjaga warisan masa lalu sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat hari ini.
Pulau Penyengat pun bukan hanya menjadi tempat untuk mengenang sejarah bahasa dan kebudayaan, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan masyarakat maritim yang sehat, berdaya, dan sejahtera.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, Kodaeral IV menegaskan komitmennya untuk terus hadir di wilayah pesisir Kepulauan Riau, baik dalam mendukung pembangunan daerah, pelestarian budaya maupun pemberdayaan masyarakat maritim.

Komentar