Selasa, 22 September 2026 | 23:38
MILITER

OCI Menyapa Kei Kecil, Pelayanan Pastoral Hadir di Beranda Depan Republik

OCI Menyapa Kei Kecil, Pelayanan Pastoral Hadir di Beranda Depan Republik
Wakil Uskup untuk Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri, Rm. Yos Bintoro, Pr foto bersama sebelum meninggalkan Pulau Kei Kecil (Dok OCI)

ASKARA - Tiga hari di Langgur dan Kei Kecil, Maluku Tenggara, meninggalkan lebih dari sekadar kenangan sebuah perjalanan. Di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan itu, sebuah pesan kembali ditegaskan: pelayanan pastoral Gereja bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri harus mampu menjangkau mereka, di mana pun tugas negara membawa mereka pergi.

Pesan tersebut terasa dalam kunjungan pastoral perdana Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) ke Kabupaten Maluku Tenggara. Kehadiran OCI menjadi bagian dari upaya menyapa umat Katolik yang mengabdi sebagai prajurit TNI, anggota Polri, maupun keluarga mereka di wilayah terluar, terdepan, dan terpencil (3T).

Perjalanan itu ditutup dengan suasana penuh kebersamaan di Bandara Karel Sadsuitubun ketika Wakil Uskup untuk Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri, Rm. Yos Bintoro, Pr., bersiap meninggalkan Kei Kecil.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir melepas keberangkatan tersebut, di antaranya Komandan Lanal Tual Kolonel Laut (P) Mochammad Achnaf, Kepala Bandara Karel Sadsuitubun Capt. Mark Ferdinan Victory Panggabean, Kadislog Lanud Dumatubun Mayor Kal Prasetyo Rizky Nugroho, Wakil Uskup Tual dan Kei Kecil RD Budi, serta Pastor Pelayan Militer dan Kepolisian RI (Pasyanmilpol) RD Skya.

Bagi OCI, perjumpaan tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan. Ia menjadi penutup dari sebuah kunjungan yang memperlihatkan bahwa jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi pelayanan pastoral.

Kei Kecil adalah wilayah kepulauan yang berada jauh dari pusat negeri. Namun, di kawasan inilah pengabdian kepada Indonesia berlangsung setiap hari. Para prajurit TNI dan anggota Polri menjalankan tugas negara, sementara keluarga mereka menjalani kehidupan sekaligus menjaga kehidupan iman di tengah keterbatasan jarak dan fasilitas.

Karena itu, kehadiran pelayanan pastoral memiliki arti tersendiri. Gereja tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi berupaya mengikuti jejak umatnya hingga ke tempat mereka menjalankan pengabdian.

Kunjungan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan program Indonesia Mengajar yang dilaksanakan Akademi TNI. Enam Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) hadir untuk melaksanakan kegiatan mengajar di Kota Tual dan Kei Kecil.

Pertemuan dua bentuk pengabdian itu menghadirkan gambaran yang menarik. Pendidikan, pembentukan karakter kebangsaan, pengabdian prajurit, dan pelayanan pastoral berjalan berdampingan di wilayah kepulauan Maluku Tenggara.

Bagi Rm. Yos Bintoro, Pr., perjalanan ke Kei Kecil menjadi peneguhan bahwa pengabdian kepada bangsa merupakan sebuah kehormatan. Jauh dari pusat pemerintahan, tugas negara tetap harus hadir, demikian pula pelayanan Gereja bagi mereka yang menjalankan tugas tersebut.

Kei Kecil pun meninggalkan makna yang lebih luas. Wilayah ini bukan sekadar titik di peta Indonesia, melainkan salah satu beranda depan Republik. Di sana, wajah Indonesia hadir melalui masyarakat, prajurit, anggota Polri, keluarga, para pendidik, dan mereka yang terus bekerja untuk negeri.

Dari tempat itu pula terlihat bahwa menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan melalui peristiwa besar. Kadang ia berlangsung melalui pengabdian yang sunyi, perjalanan panjang, penyeberangan laut, ruang kelas sederhana, dan perjumpaan pastoral dengan umat.

Bagi OCI, pelayanan tidak berhenti di pusat-pusat kota. Ia bergerak mengikuti keberadaan para abdi negara, menyeberangi laut dan menjangkau pulau-pulau tempat mereka bertugas bersama keluarga.

Tiga hari di Langgur dan Kei Kecil akhirnya meninggalkan sebuah pesan sederhana: Republik Indonesia memiliki banyak beranda depan, dan di setiap beranda itu ada manusia yang mengabdi.

Di sanalah pelayanan pastoral menemukan maknanya. Bukan hanya datang untuk menyapa, tetapi hadir untuk menemani.

Sebab sejauh kaki para prajurit dan anggota Polri melangkah menjalankan tugas negara, sejauh itu pula Gereja berusaha hadir untuk menyertai perjalanan iman mereka dan keluarganya.

 

Komentar