Rabu, 09 September 2026 | 21:09
MILITER

Lima Simpatisan dan Satu Anggota OPM Pilih Jalan Damai

Lima Simpatisan dan Satu Anggota OPM Pilih Jalan Damai
Lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Dok Puspen TNI)

ASKARA -  Di tengah panjangnya dinamika konflik di Tanah Papua, selalu ada ruang untuk pulang. Bukan sekadar kembali ke sebuah tempat, tetapi kembali memilih kehidupan yang lebih tenang, berkumpul bersama keluarga, dan menatap masa depan tanpa bayang-bayang kekerasan.

Harapan itu terlihat dalam dua hari berturut-turut ketika lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keputusan tersebut menjadi langkah baru bagi enam warga Papua yang memilih meninggalkan masa lalu dan membuka lembaran kehidupan yang lebih damai.

Peristiwa pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026). Lima warga berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS, yang memiliki latar belakang sebagai pelajar, pengemudi ojek hingga pekerja mandiri, menyatakan kesediaannya kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat.

Keputusan itu tidak datang begitu saja. Sebelumnya, mereka mengikuti komunikasi dan dialog persuasif setelah terindikasi berinteraksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya. Pendekatan dialog menjadi ruang bagi mereka untuk mempertimbangkan kembali pilihan hidup dan masa depan yang ingin dijalani.

Sehari kemudian, Senin (7/9/2026), kisah serupa terjadi di Kabupaten Puncak. Erison Murib alias Buton Murib (22), anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga.

Erison sebelumnya disebut berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019. Namun, di hadapan keluarga, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan personel TNI, pemuda berusia 22 tahun itu memilih menatap ke depan.

Suasana haru terasa ketika keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas pendekatan humanis yang diberikan TNI. Keluarga juga berharap Erison mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.

Bagi keluarga, keputusan tersebut bukan hanya soal sebuah ikrar. Ada harapan agar Erison dapat kembali menjalani kehidupan sebagai anak muda, memperoleh pendidikan, membangun masa depan dan kembali berada di tengah orang-orang yang menyayanginya.

Prosesi di Sugapa dan Beoga berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para warga yang menyatakan ikrar mengenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan, kemudian mencium Bendera Merah Putih. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya menghargai keberanian para warga yang memilih meninggalkan jalan kekerasan dan mengambil jalan damai.

Menurutnya, pintu persaudaraan tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat. Pendekatan komunikasi sosial, kata dia, akan terus dikedepankan dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Yang terpenting adalah memberikan ruang bagi mereka untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat, membangun kehidupan, dan memperoleh masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kisah enam warga tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah persoalan keamanan yang kompleks, jalan menuju perdamaian tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, ia dimulai dari keberanian seseorang untuk berkata cukup, memilih pulang, dan memberi kesempatan kepada dirinya sendiri untuk memulai kembali.

Kini, harapan itu berada di tangan mereka, keluarga dan masyarakat. Sebab perdamaian yang bertahan lama tidak hanya membutuhkan keamanan, tetapi juga kesempatan untuk hidup, belajar, bekerja, berkumpul bersama keluarga, dan membangun masa depan bersama.

Situasi keamanan di Distrik Sugapa dan Distrik Beoga hingga saat ini dilaporkan aman dan kondusif.

 

Komentar