Rabu, 02 September 2026 | 11:50
MILITER

Cegah Karhutla, Langkah Humanis TNI di Pesta Adat Batak Undang Kekaguman

Cegah Karhutla, Langkah Humanis TNI di Pesta Adat Batak Undang Kekaguman
Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi tengah menyampaikan pesan terkait Karhutla di pesta adat perkawinan (Dok Centralnews)

ASKARA - Pesan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kali ini disampaikan dengan cara yang tak biasa. Bukan di ruang rapat, kantor desa, atau lokasi kebakaran, Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI justru hadir di tengah pesta adat Batak.

Kehadiran tim yang dipimpin Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) sekaligus Ketua Tim Penyuluh Karhutla, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, itu berlangsung di Sopo Sola Gracia, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, Selasa (1/9/2026).

Sekitar 1.300 masyarakat dan tamu undangan yang tengah mengikuti pesta adat pernikahan Pendeta Gortap Sinaga dan Fitria Afriyani Sirait pun mendapat pesan khusus tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.

Dengan sapaan khas Batak, “Horas!”, Brigjen Freddy menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.

> “Kami dari Mabes TNI menyampaikan pesan dari Bapak Presiden dan Bapak Panglima TNI, mari sama-sama kita cegah kebakaran hutan dan lahan agar lingkungan tetap terjaga dan udara yang kita hirup terbebas dari asap,” ujarnya.


Didampingi Kolonel Tek. I Wayan Joni Nugraha, Mayor Inf. Sugianto, Danramil 03/Mandau Kapten Czi. Suratmin dan sejumlah Babinsa, Freddy mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Terlebih bagi masyarakat yang memiliki lahan gambut, kewaspadaan harus ditingkatkan. Menurutnya, Karhutla bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat serta memiliki konsekuensi hukum.

Ia pun mengajak masyarakat tidak bersikap acuh ketika melihat titik api. “Bila melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pejabat setempat atau melalui Babinsa. Jangan cuek. Sama-sama kita jaga alam agar alam turut memberikan kebaikan kepada kita,” katanya.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tepuk tangan ribuan tamu menggema, menunjukkan dukungan terhadap ajakan menjaga lingkungan bersama.

Pendeta Gortap Sinaga mengaku bangga dan berterima kasih atas kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI di tengah momen bahagianya.

"Kami sangat bangga acara pernikahan kami dapat dikunjungi Bapak Jenderal dan jajaran. Sekaligus menjadi wadah penyuluhan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadirannya," ungkapnya.

Cara yang dilakukan Tim Penyuluh Karhutla ini memperlihatkan bahwa edukasi menjaga lingkungan dapat hadir di mana saja, termasuk di tengah tradisi dan kebahagiaan masyarakat. Dari sebuah pesta adat, pesan sederhana namun penting pun disatukan: menjaga hutan, mencegah api, dan mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi berikutnya.

 

Komentar