Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:22
COMMUNITY

Tim Bestari Saintek Unmus Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Tim Bestari Saintek Unmus Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Nia Rumahlewang, berbagi pengetahuan bersama dalam pelatihan yang diikuti oleh UMKM lokal (Dok Winina)

ASKARA - Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal agar semakin kreatif, berkualitas dan mampu menembus pasar yang lebih luas terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan penguatan kualitas produk, branding dan pemasaran UMKM yang digelar Tim Bestari Saintek Universitas Musamus (Unmus) Merauke bersama Taman Satwa Yamai Atid, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Satwa Yamai Atid tersebut menjadi ruang belajar sekaligus berbagi pengalaman bagi para pelaku UMKM lokal. Peserta berasal dari 10 UMKM binaan Papua Paradise Center dengan berbagai jenis usaha, di antaranya produk VCO, kerajinan rajutan dan aksesoris. Mayoritas peserta merupakan perempuan.

Ketua Tim Bestari Saintek Unmus, Muh Rafi'y, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, inovatif dan memiliki nilai tambah.

“Pelatihan ini sebagai upaya mendorong dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang berkualitas, inovatif dan bernilai tambah melalui penguatan kreativitas, branding, serta strategi pemasaran yang baik,” ujar Rafi'y kepada Askara.

Menurutnya, UMKM lokal memiliki potensi besar apabila mampu mengoptimalkan kekayaan dan identitas lokal yang dimiliki. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha agar produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kegiatan diarahkan untuk mendorong UMKM menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan potensi lokal, identitas produk dan pemanfaatan teknologi digital sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar serta mendukung keberlanjutan usaha,” tegasnya.

Pelatihan menghadirkan Anthonia S. Rumahlewang atau yang akrab disapa Nia Rumahlewang sebagai salah satu narasumber. Ia dikenal sebagai pelaku UMKM sukses di bidang kerajinan rajutan melalui brand Rumahlewang yang dirintis sejak 2009.

Pengalaman Nia dalam mengembangkan produk rajutan membuatnya kerap dipercaya mewakili Merauke dalam berbagai pameran di kota-kota besar, seperti Makassar, Yogyakarta dan Jakarta melalui fasilitasi dinas terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Tidak hanya aktif mengikuti pameran, Nia juga sering diundang menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman dan memberikan inspirasi, khususnya kepada generasi muda yang ingin mengembangkan usaha kreatif berbasis kerajinan.

Di hadapan para peserta, Nia membagikan pengalaman panjangnya membangun usaha rajutan, mulai dari menjaga kualitas produk, menciptakan desain yang memiliki karakter, membangun identitas merek hingga memperkenalkan produk kepada konsumen.

Pengalaman tersebut mendapat perhatian besar dari peserta. Bagi para pelaku UMKM yang sedang merintis dan mengembangkan usaha, kisah perjalanan Nia menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dari kreativitas dan ketekunan dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa nama Merauke ke berbagai daerah.

Sementara itu, Fredy Gebze, founder Taman Satwa Yamai Atid yang menjadi mitra kegiatan, memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan tersebut. Mantan Bupati Merauke itu menilai kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat lokal, khususnya perempuan, untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sangat penting.

Fredy mengatakan UMKM merupakan salah satu wadah potensial sekaligus ujung tombak pergerakan ekonomi masyarakat. Menurutnya, besar kecilnya hasil usaha bukan alasan untuk berhenti berusaha dan belajar.

“Sekecil apa pun hasilnya, yang penting ada semangat untuk maju dan bangkit bersama. Terus belajar dalam komunitas,” ujar Fredy dengan penuh semangat.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku UMKM dan berbagai komunitas seperti ini dapat terus dikembangkan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh, memiliki merek yang kuat, meningkatkan kualitas produk dan menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Merauke.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM bukan hanya persoalan modal. Pengetahuan, kreativitas, keberanian membangun merek, kemampuan memasarkan produk dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting agar produk lokal mampu naik kelas.

 

Komentar