Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:16
MILITER

Paus Leo XIV: Prajurit Harus Kuat, Berani dan Rendah Hati

Paus Leo XIV: Prajurit Harus Kuat, Berani dan Rendah Hati
Paus menerima patung Bunda Maria dari Keuskupan Militer Portugal (Dok Vatican)

ASKARA - Paus Leo XIV mengingatkan para prajurit dan aparat keamanan agar menjalankan tugas dengan kekuatan yang bersumber dari Tuhan, sekaligus tetap memegang teguh kerendahan hati.

Pesan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat menerima delegasi Ordinariat Militer Portugal di Vatikan, Senin (24/8/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari peringatan sejumlah tonggak sejarah Ordinariat Militer Portugal, termasuk 60 tahun berdirinya vikariat pada 1966, perubahan status menjadi ordinariat militer pada 1981, serta 25 tahun pengangkatan uskup pertamanya. 

Dalam sambutannya, Paus menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Garda Nasional Republik, serta Kepolisian Keamanan Publik Portugal, baik yang beragama Kristen maupun non-Kristen.

Menurut Paus Leo XIV, tugas mempertahankan kedaulatan negara, menegakkan supremasi hukum, menjaga keamanan masyarakat, serta melindungi warga dari ketidakadilan merupakan misi mulia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengajak umat Kristiani yang tergabung dalam institusi militer dan keamanan untuk menjadikan perjalanan ke Roma sebagai kesempatan memperbarui diri dan memperkuat iman. Paus mengutip pesan Santo Paulus agar umat “menjadi kuat dalam Tuhan” dan berdiri teguh dalam kebenaran serta keadilan. 

Belajar dari Perwira Romawi

Dalam pesannya, Paus Leo XIV mengambil teladan dari kisah perwira Romawi atau centurion di Kapernaum yang datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi hambanya.

Paus menilai sosok tersebut memahami nilai-nilai yang juga menjadi bagian dari kehidupan militer, seperti ketaatan, disiplin, pengorbanan diri, kesetiaan, persaudaraan, dedikasi, tanggung jawab, dan keberanian.

Namun, di balik kewenangan yang dimilikinya, sang perwira tetap menyadari keterbatasan manusia dan kebutuhan akan Tuhan.

“Manusia tidak mencukupi dirinya sendiri, tetapi mendambakan sesuatu yang lebih, sesuatu yang melampaui dirinya,” demikian inti pesan Paus dalam refleksinya tentang kisah tersebut. 

Menurut Paus, kisah itu memperlihatkan keseimbangan antara kewenangan dan kerendahan hati. Seorang pemimpin dapat memiliki kekuasaan dan tanggung jawab besar, tetapi tetap membutuhkan iman serta menyadari bahwa manusia memiliki kerinduan terhadap sesuatu yang lebih tinggi.

Paus menegaskan bahwa kekuatan iman justru dapat tumbuh ketika seseorang memiliki keberanian untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Kenang Dua Prajurit yang Gugur

Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo XIV juga secara khusus mengenang dua prajurit muda Portugal yang meninggal pada Jumat (21/8/2026).

Kedua prajurit tersebut kehilangan nyawa setelah berhenti di jalan untuk memberikan pertolongan kepada seorang pengemudi truk yang mengalami masalah kendaraan. Paus menggambarkan tindakan mereka sebagai bentuk nyata semangat Orang Samaria yang Baik Hati, karena mereka memilih berhenti dan membantu orang lain meski menghadapi risiko. 

Paus menyerahkan kedua prajurit tersebut beserta keluarga mereka dalam doa kepada Tuhan.

Rohaniwan Militer Diminta Hadir untuk Prajurit

Paus Leo XIV juga memberikan perhatian khusus kepada para imam atau rohaniwan militer. Menurutnya, Gereja mempercayakan kepada mereka tugas mendampingi pertumbuhan spiritual personel militer dan kepolisian.

Para rohaniwan militer diminta membuka diri kepada semua orang, mendengarkan persoalan mereka, menghadirkan pesan Kitab Suci, melayani sakramen, serta mendampingi para personel dan keluarganya.

Pelayanan tersebut, menurut Paus, diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan iman secara pribadi, tetapi juga memperkokoh esprit de corps atau semangat kebersamaan dalam institusi militer dan keamanan. 

Paus Leo XIV kemudian menyampaikan apresiasi atas pelayanan para rohaniwan militer dalam mendampingi mereka yang menjalankan tugas penting dan berat bagi Portugal.

Ia menutup pesannya dengan doa agar Bunda Maria dari Fatima senantiasa menyertai para prajurit dan aparat keamanan dalam menjalankan misi mereka, baik di Portugal maupun di luar negeri. 

 

Komentar