Senin, 24 Agustus 2026 | 15:52
NEWS

5.000 Warga Bener Meriah Deklarasikan Indonesia Damai

5.000 Warga Bener Meriah Deklarasikan Indonesia Damai
Sekitar 3.000 warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai bertema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” (Dok Doni)

ASKARA – Sekitar 5.000 warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai bertema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Bener Meriah, Senin (24/8/2026).

Apel yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dihadiri Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Amran, Danbrigif 47/AR Letkol Inf Raden Aldi Wibisono, Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, Ketua DPRK Bener Meriah Saleh, Kajari Bener Meriah Edward, serta jajaran Forkopimda dan unsur masyarakat.

Kegiatan diawali dengan penyambutan melalui Tari Munalu, kesenian khas Gayo yang dibawakan Sanggar Budaya Bener Meriah. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan drama kolosal bertema “Bersatulah Indonesiaku” yang diperankan Sanggar Sekolah MAN 3 Timang Gajah.

Dalam sambutannya, Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Perbedaan suku, bahasa, adat, budaya dan agama, menurutnya, dipersatukan oleh identitas kebangsaan Indonesia di bawah Merah Putih.

“Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama. Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan gotong royong,” ujar Tagore.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar. Setiap perbedaan, katanya, harus diselesaikan melalui musyawarah dan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta daerah.

Rimba Raya dan Reje Linge Jadi Pengingat Sejarah

Tagore turut mengangkat sejarah Radio Rimba Raya sebagai bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Radio tersebut memiliki peran menyebarluaskan informasi perjuangan dan keberadaan Republik Indonesia ke dunia internasional.

“Bagi masyarakat Bener Meriah, Radio Rimba Raya bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi simbol perjuangan, persatuan dan keberanian mempertahankan Merah Putih. Sejarah ini harus terus kita kenang dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Selain Radio Rimba Raya, sejarah Reje Linge juga disebut sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Bener Meriah. Nilai perjuangan para pendahulu diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk menjaga persatuan dan membangun daerah dengan semangat kebersamaan.

Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Amran mengajak seluruh masyarakat menjadikan apel kebangsaan tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai kejadian yang dapat mengarah pada perpecahan bangsa. Menurutnya, persatuan nasional harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Danrem juga mengingatkan masyarakat untuk berpedoman pada UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, sekaligus menghormati simbol-simbol negara.

“Jangan mudah terprovokasi dengan kejadian yang mengarahkan kepada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ali Amran.

Deklarasi Damai

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Bener Meriah periode 2026–2030, Rio Arianda Irawan.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen masyarakat menyatakan kesetiaan dan komitmen mempertahankan Pancasila serta UUD 1945. Mereka juga berkomitmen menjaga dan menghormati simbol-simbol negara serta melestarikan semangat Bhinneka Tunggal Ika demi keutuhan NKRI.

Masyarakat Bener Meriah juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kegiatan yang merendahkan simbol dan lambang negara Republik Indonesia.

Apel kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan seluruh komponen masyarakat.

Selain memperkuat nasionalisme, kegiatan tersebut diharapkan mampu mencegah penyebaran hoaks, provokasi, intoleransi dan potensi konflik sosial yang dapat mengganggu keamanan serta kerukunan masyarakat di Bener Meriah.

Pesan yang mengemuka dari Bener Meriah jelas: perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk menjaga Indonesia tetap utuh dan damai.

 

Komentar