Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:53
NEWS

Udara Kubu Raya Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Sempat Masuk Berbahaya

Udara Kubu Raya Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Sempat Masuk Berbahaya
PM2.5 Kubu Raya tembus 206,2 µg/m³ (Dok BMKG)

ASKARA Warga Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, perlu meningkatkan kewaspadaan. Kualitas udara di wilayah tersebut memburuk pada Sabtu (22/8/2026), dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 206,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 13.00 WIB.

Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan konsentrasi partikel halus di udara sudah berada pada tingkat yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Berdasarkan riwayat pemantauan harian, kualitas udara mulai menunjukkan kondisi tidak sehat sejak dini hari. Pada periode pukul 00.00 hingga 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran kategori tidak sehat dan kemudian mengalami peningkatan cukup tajam sejak pagi.

Kondisi semakin memburuk pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Bahkan, sekitar pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 sempat mencapai sekitar 260 µg/m³, yang berdasarkan klasifikasi pada pemantauan tersebut masuk kategori berbahaya.

PM2.5 merupakan partikulat udara berukuran sangat kecil, yakni tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya sangat halus, partikel ini dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Kubu Raya dan wilayah sekitarnya diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikulat, seperti N95 atau standar setara, menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan.

Masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah. Aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dikurangi selama kualitas udara masih berada pada level sangat tidak sehat.

Kondisi kualitas udara ini perlu terus dipantau karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, serta sumber emisi di wilayah sekitar.

BMKG mencatat kualitas udara Kubu Raya masih perlu mendapat perhatian serius, terutama setelah konsentrasi PM2.5 sempat melonjak hingga level sekitar 260 µg/m³ pada Sabtu pagi.

 

Komentar