SMP YPK Merauke Buka Pendaftaran Gratis, Siap Tampung 128 Siswa
ASKARA - Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Merauke membuka pendaftaran peserta didik baru secara gratis untuk tahun ajaran 2026. Sekolah ini menyiapkan kuota sebanyak 128 siswa, termasuk bagi calon peserta didik yang belum mahir membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Kepala SMP YPK Merauke, Pesta Manurung, S.Pd., M.Pd., mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif, khususnya bagi anak-anak dari wilayah pedalaman.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya, termasuk bagi siswa yang belum mahir calistung. Nanti akan kami lakukan pretest dan pendampingan melalui program khusus,” ujar Pesta di ruang kerjanya, Rabu (6/5).
Sejak dilantik pada 29 Agustus 2023, Pesta mengaku telah melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP YPK. Salah satu tantangan awal yang dihadapi adalah persoalan kedisiplinan, baik di kalangan siswa maupun tenaga pengajar.
“Di awal memang banyak tantangan, terutama soal kedisiplinan. Tapi itu menjadi bagian dari proses pembenahan. Transfer pengetahuan harus maksimal, karena itu adalah tanggung jawab utama kami sebagai pendidik,” jelasnya.
SMP YPK Merauke dikenal sebagai salah satu sekolah legendaris di wilayah tersebut, dengan banyak lulusan yang telah berkiprah sebagai pejabat dan tokoh masyarakat. Saat ini, jumlah peserta didik mencapai 423 orang, mayoritas merupakan Orang Asli Papua (OAP). Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 300 siswa.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, setiap kelas diisi maksimal 32 siswa. Sekolah ini didukung oleh 22 tenaga pengajar, terdiri dari 12 guru berstatus ASN dan 10 tenaga honorer.
Dalam upaya meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, Pesta menekankan pentingnya kerja tim yang solid serta komunikasi yang asertif di lingkungan sekolah.
“Kami membangun teamwork yang kuat, dengan komunikasi yang tegas namun tetap terbuka, baik kepada siswa maupun antar guru,” ujarnya.
Pesta juga menyampaikan apresiasi terhadap program inovatif Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, khususnya pengembangan bahan ajar berbasis bahasa Marind.
“Kami sangat mendukung inisiatif Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Romanus Kahol. Ini langkah inovatif yang memberi warna baru bagi dunia pendidikan di Merauke,” pungkasnya.

Komentar