Tak Hanya Senjata, Panglima TNI Bekali Prajurit dengan Iman
ASKARA - Ada cara berbeda dari Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam memberi penghargaan. Bukan sekadar piagam atau tanda jasa, Panglima Tentara Nasional Indonesia ini “menghadiahi” jalan menuju Tanah Suci bagi ratusan prajurit dan ASN.
Melalui program pembinaan mental dan spiritual, sebanyak 707 personel TNI dan ASN telah diberangkatkan umroh secara bertahap. Program ini disebut sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, disiplin, dan pengabdian mereka kepada negara.
Di tengah kerasnya tugas dan medan pengabdian, “bonus” ini terasa berbeda. Dari barak menuju Mekkah, dari disiplin militer menuju ketenangan spiritual, sebuah paket lengkap antara tugas negara dan urusan akhirat.
Panglima TNI menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia di tubuh TNI tidak hanya soal fisik dan profesionalitas, tetapi juga kekuatan mental dan rohani. Prajurit dituntut tidak hanya tangguh di medan operasi, tetapi juga kuat secara iman.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk prajurit yang profesional, responsif, modern, dan adaptif, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama.
Di tengah dinamika global dan tantangan tugas ke depan, langkah ini seolah menjadi pesan: prajurit kuat bukan hanya karena senjata, tapi juga karena iman yang dijaga.
Satu hal yang pasti, bagi ratusan prajurit ini, perjalanan dinas kali ini bukan sekadar tugas… tapi juga ibadah.

Komentar