Selasa, 21 Juli 2026 | 19:37
MILITER

KRI Prabu Siliwangi Berlayar ke Tanah Air, TNI AL Kian Ditakuti

KRI Prabu Siliwangi Berlayar ke Tanah Air, TNI AL Kian Ditakuti
Kapal perang terbaru, KRI Prabu Siliwangi-321 ketika bertolak dari Base Navale Della Spezia, Italia (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Armada TNI Angkatan Laut kembali bertambah kuat. Kapal perang terbaru, KRI Prabu Siliwangi-321, resmi memulai pelayaran panjang menuju Indonesia setelah bertolak dari Base Navale Della Spezia, Italia, Rabu (11/2/2026).

Keberangkatan kapal perang tersebut dilepas dalam seremoni kehormatan yang dihadiri langsung Duta Besar LBBP RI untuk Italia dan Vatikan, Junimart Girsang, serta Komandan Satuan Tugas, Laksma TNI Sumarji Bimoaji. Kehadiran para pejabat itu menjadi simbol dukungan negara dalam memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, KRI Prabu Siliwangi-321 membawa misi lebih dari sekadar perjalanan pulang. Kapal ini diproyeksikan menjadi unsur strategis untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional di wilayah laut Indonesia yang luasnya membentang dari Sabang sampai Merauke.

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 menegaskan bahwa pelayaran ini adalah bagian dari langkah besar modernisasi TNI AL.

“Keberangkatan ini bukan sekadar pelayaran menuju tanah air, melainkan babak baru penguatan postur pertahanan maritim nasional. KRI Prabu Siliwangi-321 hadir dengan kesiapan personel yang tangguh dan sistem persenjataan yang telah melalui pengujian ketat,” ujar Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, dalam keterangan, Sabtu (14/2).

Pelayaran dari Italia menuju Indonesia juga menjadi penanda bahwa TNI AL terus membangun kekuatan secara terukur, modern, dan siap menghadapi tantangan era baru. Dengan teknologi yang dibawanya, KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan mampu memperkuat daya gentar, meningkatkan patroli strategis, sekaligus mempertegas kehadiran negara di jalur-jalur laut vital.

Bagi TNI AL, kapal perang bukan sekadar alutsista, melainkan simbol kehormatan. Dan bagi Indonesia, setiap kapal yang pulang membawa satu pesan: samudera Nusantara tidak boleh kosong dari penjaga.

 

Komentar