Prajurit TNI Berpacu Selamatkan RSUD Aceh Tamiang
ASKARA - Dari lantai rumah sakit yang diselimuti lumpur hingga lorong-lorong gelap yang beraroma anyir banjir, para prajurit Kodam Iskandar Muda tampil sebagai cahaya di tengah keterpurukan. Dengan pakaian yang basah, tangan yang penuh lumpur, dan semangat yang tak pernah padam, mereka bergerak dalam senyap, membawa harapan kembali ke RSUD Aceh Tamiang.
Rumah sakit itu telah lumpuh total usai diterjang banjir bandang. Ruang IGD, tempat pertama masyarakat mencari pertolongan, berubah menjadi kubangan lumpur setebal 10 sentimeter. Namun bagi para prajurit Yon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 853/Bawar Reje Bur, kondisi itu bukan alasan untuk menunda pemulihan. Sebanyak 130 prajurit diterjunkan, bukan sekadar untuk membersihkan bangunan, tetapi untuk menghidupkan kembali denyut pelayanan kesehatan bagi ribuan warga yang masih trauma.
Di tengah suasana yang memilukan itu, terlihat pemandangan yang menyentuh, seorang prajurit berjongkok, mengikis lumpur yang mengering di lantai IGD dengan tangannya sendiri. Di sisi lain, prajurit lain mengangkat tandu yang terjebak lumpur, membersihkannya perlahan agar dapat digunakan kembali untuk menyelamatkan nyawa. Tak ada keluhan. Tak ada jeda panjang. Hanya deru napas yang menyatu dengan bunyi sekop, pel, dan mesin semprot air.
Upaya pemulihan ini bukan hanya kerja militer. TNI bersinergi erat dengan delapan personel Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang dan 27 anggota Satgas Matadana Poltekkes Kemenkes Medan. Bersama-sama, mereka bekerja dari pagi hingga senja, bahu-membahu melawan tebalnya endapan lumpur yang keras bagai semen.
Hari demi hari, perubahan di RSUD itu tampak. Lumpur yang dulu menutupi lantai kini hilang. Lorong-lorong yang sebelumnya gelap kini kembali terang. Ruang-ruang utama telah memasuki tahap finishing, siap disterilkan sebelum kembali difungsikan, menjadi rumah asa bagi masyarakat yang tengah bangkit dari bencana.
Misi ini bukan sekadar tugas, tetapi wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat. Pemulihan RSUD menjadi prioritas, karena di sanalah nyawa-nyawa dipertaruhkan. Di sanalah ibu, anak, lansia, dan mereka yang terluka berharap menemukan keselamatan.
Dan hari ini, para prajurit Yon TP 853/Bawar Reje Bur membuktikan satu hal: bahwa di tengah bencana, solidaritas dan kemanusiaan selalu berdiri paling tegak.

Komentar