Rabu, 17 Juni 2026 | 17:06
MILITER

TNI AL dan Cinta yang Berlabuh di Hati Rakyat

TNI AL dan Cinta yang Berlabuh di Hati Rakyat
Dankodaeral X ketika menemani sejumlah anak menikmati makanannya (Dok Dispendaeral10)

ASKARA - Di balik riuh ombak dan hamparan laut yang tak pernah lelah memberi kehidupan, ada kisah lain yang lebih dalam dari sekadar menjaga batas kedaulatan negara. Kisah itu lahir dari langkah pengabdian seorang prajurit yang memilih berlabuh di hati rakyat.

Syukuran Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Laut di pesisir Papua menjadi bukti bahwa kekuatan sejati tentara bukan hanya di medan operasi atau deru meriam, melainkan dalam pelukan hangat kepada masyarakat yang mereka lindungi. Saat Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR., Dankodaeral X, duduk bersahaja di antara anak-anak nelayan, kita menyaksikan wajah TNI yang humanis, tentara yang bisa menjadi guru, sahabat, bahkan ayah bagi generasi muda Papua.

Program bedah rumah yang dilakukan Kodaeral X pun menegaskan hal yang sama. Bahwa TNI AL bukan sekadar penjaga laut, tetapi juga pembangun daratan. Mereka tidak hanya menata strategi di peta pertempuran, melainkan juga menata harapan di tengah kampung nelayan. Senyum haru warga yang menerima rumah baru adalah bukti paling jujur, bahwa cinta kasih TNI AL nyata dirasakan rakyat kecil.

Ketika Ketua Daerah Kodaeral X, Ny. Chichi Werijon, meresmikan rumah dengan sederhana, sesungguhnya ia sedang mengajarkan sebuah nilai luhur, kebersamaan lebih kuat dari kemewahan apa pun. Pita yang dipotong tidak hanya membuka pintu rumah, tetapi juga membuka ruang hati, bahwa antara rakyat dan tentara tidak pernah ada jarak.

Sejatinya, laut Nusantara bukan hanya dijaga dengan kapal perang dan marinir bersenjata, tetapi juga dengan tangan-tangan penuh kasih yang merangkul nelayan dan anak-anak mereka. Karena di situlah letak pertahanan sejati bangsa, di hati rakyat yang percaya, bahwa TNI adalah miliknya.

Syukuran di pesisir Papua hanyalah satu potret kecil. Namun dari potret kecil itu, kita belajar sebuah kebenaran besar: prajurit sejati tidak pernah mencari kehormatan bagi dirinya, melainkan menebar manfaat bagi bangsanya. Dan hari itu, di bawah tenda sederhana, TNI AL membuktikan, bahwa cinta kepada laut akan selalu berlabuh pada cinta kepada rakyat.

 

 

Komentar