Minggu, 07 Juni 2026 | 19:54
CULINARY

Mengenal Bugis Mandi, Kue Tradisional yang Kembali Viral dan Bikin Nostalgia

Mengenal Bugis Mandi, Kue Tradisional yang Kembali Viral dan Bikin Nostalgia
Kue Bugis Mandi (Sumber foto: pinterest)

ASKARA - Tren kuliner di media sosial selalu menghadirkan kejutan baru, dan kali ini, Bugis Mandi kembali mencuri perhatian. Kue tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan ini mendadak populer karena tampilannya yang menggoda serta cita rasanya yang unik. Namun, apa sebenarnya yang membuat Bugis Mandi begitu spesial dan viral di berbagai platform media sosial?  

Bugis Mandi bukan sekadar jajanan biasa. Kue ini memiliki nilai budaya yang erat kaitannya dengan suku Bugis yang dikenal dengan tradisi kulinernya yang kaya. Nama "Bugis" berasal dari suku yang melestarikan kuliner ini, sementara kata "Mandi" merujuk pada penyajiannya yang disiram dengan kuah santan kental, seolah-olah sedang dimandikan.  

Sejak dulu, Bugis Mandi sering dihidangkan dalam acara-acara adat, perayaan keluarga, hingga menjadi salah satu pilihan takjil favorit saat Ramadan. Tekstur kenyal dari adonannya berpadu sempurna dengan isian kelapa parut dan gula merah yang manis, ditambah siraman kuah santan yang gurih. Kombinasi ini menciptakan cita rasa yang harmonis dan tak mudah dilupakan.  

Salah satu faktor utama yang membuat Bugis Mandi viral adalah tampilannya yang fotogenik. Warna hijau dan merah dari adonan menciptakan kontras yang menarik, apalagi dengan tambahan santan yang membuatnya semakin menggugah selera. Tak heran, banyak orang membagikan foto dan video kue ini di Instagram dan TikTok, membuatnya semakin populer.  

Selain dari sisi visual, Bugis Mandi juga membawa unsur nostalgia. Bagi banyak orang, kue ini mengingatkan mereka pada masa kecil, saat jajanan tradisional masih sering disajikan di rumah atau dijual di pasar-pasar tradisional. 

Sementara itu, generasi muda yang penasaran dengan kuliner lokal ikut mencoba dan membagikan pengalaman mereka menikmati kue ini, sehingga popularitasnya semakin meningkat.  
 
Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menikmati Bugis Mandi. Rasanya yang manis dan gurih membuatnya cocok dijadikan takjil untuk berbuka puasa. Kelembutan kulitnya yang kenyal serta isian gula merah yang legit memberikan sensasi yang pas setelah seharian berpuasa. Tak heran jika banyak orang berburu kue ini saat Ramadan tiba.  

Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik mencoba dan membagikan Bugis Mandi di media sosial, jajanan tradisional ini pun kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Lebih dari sekadar tren sesaat, Bugis Mandi menjadi bukti bahwa kuliner khas Nusantara tetap bisa bertahan dan bersaing di tengah gempuran makanan modern.  

Bagi yang belum pernah mencicipinya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencoba Bugis Mandi. Selain bisa ditemukan di berbagai toko kue tradisional, banyak juga resep yang dibagikan secara online, sehingga Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Siap merasakan nostalgia lewat cita rasa Bugis Mandi?

 

 

Komentar