Fatimah Azzahra Aulia: Dari Hobi hingga Internship di Jepang Berkat Digital Marketing
Oleh: Irenne Grace Sahatmaida Sibatuara
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB
ASKARA - Fatimah Azzahra Aulia, atau akrab disapa Zara, adalah mahasiswa aktif Program Studi Komunikasi Digital dan Media, IPB University, angkatan ke-59. Dengan berbagai pengalaman di bidang manajemen merek dan pemasaran digital, Zara telah membuktikan kemampuannya dalam menciptakan kampanye kreatif berbasis data. Sepanjang perjalanan akademiknya, ia sangat aktif dan memberikan dampak luas. Berbagai pencapaian di bidang digital marketing menjadikannya sosok pemimpin muda di industri yang kompetitif. Pengalamannya meliputi magang nasional dan internasional, kompetisi yang memenangkan penghargaan, serta proyek kolaboratif yang berorientasi pada hasil nyata.
Awal Perjalanan di Dunia Digital Marketing
Sejak 2014, ketika kebanyakan remaja hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, Zara sudah aktif membuat konten digital di berbagai platform, seperti Instagram, YouTube, dan AskFM. Awalnya, ia hanya ingin berbagi pengalaman dan menyalurkan hobinya tampil di depan kamera. Namun, respons positif dari publik membuatnya semakin serius dalam mengembangkan kontennya. Konsistensinya berbuah manis, dengan lebih dari 670.000 pengikut di berbagai platform media sosialnya.
"Saya selalu tertarik dengan cara-cara baru dalam berkomunikasi dan menyampaikan pesan," ujarnya. "Media sosial adalah alat yang sangat powerful untuk menjangkau banyak orang, dan saya ingin memanfaatkannya sebaik mungkin," tambahnya.
Membangun Jivajoy: Brand dengan Misi Sosial
Selain menjadi content creator, Zara juga mendirikan Jivajoy, sebuah brand yang berfokus pada kesehatan mental, khususnya bagi ibu yang mengalami baby blues. Sebagai Founder dan Chief Marketing Officer, ia memimpin pengembangan brand, merancang strategi komunikasi, dan meluncurkan kampanye online yang berhasil menjual lebih dari 400 produk dalam waktu singkat.
"Saya percaya bahwa setiap brand harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar keuntungan finansial," ungkapnya saat ditanya alasan mengikuti kompetisi PMK-K.
Prestasi di Kancah Nasional dan Internasional
Zara berhasil meraih beasiswa pertukaran pelajar ke Shizuoka Professional University of Agriculture di Jepang, yang menjadi bukti dedikasinya di bidang akademik. Selain itu, ia juga memenangkan berbagai kompetisi nasional, mulai dari lomba video kreatif hingga desain poster digital.
Menariknya, exchange dan internship di Jepang bukanlah target utama Zara pada 2024. Kesempatan itu datang secara tidak terduga, setelah ia direkomendasikan mewakili fakultasnya, Sekolah Vokasi, karena latar belakangnya di digital marketing. Meskipun tidak fasih berbahasa Jepang, ia berhasil lolos berkat kompetensinya di bidang pemasaran digital.
Mindset Sukses ala Zara
Di balik kesuksesannya, Zara tetap rendah hati dan selalu ingin belajar. Ia memiliki dua prinsip utama yang selalu ia pegang:
1. Berikan yang Terbaik dalam Setiap Pekerjaan
Ia selalu berusaha menghasilkan karya terbaik, agar audiensnya merasa nyaman menikmati kontennya. Namun, ia juga menyadari risiko dari standar yang terlalu tinggi. "Kadang kita terlalu perfeksionis, padahal hal itu bisa jadi hambatan," ujarnya. Ia belajar untuk tidak terlalu memikirkan pendapat orang lain yang belum tentu terjadi.
2. Selesaikan Apa yang Telah Dimulai
Menurut Zara, memulai sesuatu itu mudah, tapi menyelesaikannya adalah tantangan. "Banyak orang menyerah di tengah jalan karena rintangan yang ada. Padahal, kesiapan bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga kesiapan mental menghadapi berbagai kemungkinan," jelasnya.
Magang di PT Nutrifood Indonesia dan Dunia E-Commerce
Saat ini, Zara menjalani magang di PT Nutrifood Indonesia, di bidang penjualan online atau e-commerce, khususnya melalui TikTok Shop. Dari pengalaman ini, ia semakin memahami bagaimana dunia e-commerce bekerja.
"Di era digital ini, semua orang sebaiknya memanfaatkan media sosial untuk mencari penghasilan. Jadi afiliator, misalnya, bisa menghasilkan pendapatan besar tanpa harus membeli produk sendiri," katanya. Ia bahkan membocorkan bahwa ada brand tertentu yang bersedia memberikan sample gratis bagi kreator yang ingin membuat ulasan produk.
Pesan untuk Mahasiswa Muda
Zara berpesan kepada juniornya untuk tetap semangat menjalani kuliah, terutama sebelum semester lima. "Kesulitan tugas sekarang tidak sebanding dengan yang akan datang. Tapi semua itu penting untuk bekal di dunia kerja," ujarnya.
Ia juga menyarankan mahasiswa mulai mencari tempat magang sejak dini, sambil menyiapkan portofolio atau dokumen pendukung yang akan meningkatkan peluang diterima di program internship impian mereka.
Dengan semua pencapaian dan pengalamannya, Zara membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk sukses. Yang terpenting adalah kegigihan, kerja keras, dan mindset yang tepat dalam menghadapi tantangan.

Komentar