Menarik! Halte Transjakarta ini Ubah Nama jadi D’Masiv, Mengapa ?
ASKARA - D’Masiv kembali mencuri perhatian publik dengan kejutan spesial di perayaan ulang tahunnya yang ke-22. Band asal Ciledug ini resmi berkolaborasi dengan PT Transjakarta, yang ditandai dengan perubahan nama Halte Petukangan menjadi Petukangan D’Masiv.
Pengumuman ini sempat menghebohkan warganet, bahkan ada yang mengira ini hanyalah editan. Namun, momen bersejarah ini benar-benar nyata dan menjadi bukti bagaimana D’Masiv semakin erat dengan kota Jakarta,kota yang telah membesarkan nama mereka.
D’Masiv dikenal sebagai band yang sangat dekat dengan budaya dan identitas Jakarta. Berawal dari Ciledug, mereka pernah berkolaborasi dengan Persija Jakarta, dan kini turut serta dalam mendukung penggunaan transportasi umum melalui kerja sama dengan Transjakarta.
Menurut Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Welfizon Yuza, kolaborasi ini adalah yang pertama antaratransportasi publik dan musisi. Tujuannya adalah untuk mengajak lebih banyak masyarakat menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Bersamaan dengan kolaborasi ini, D’Masiv juga merayakan 22 tahun perjalanan kariernya dalam industri musik. Band yang belum lama ini merilis album kedelapan itu membagikan momen spesial dengan tumpeng ulang tahun, sebagai simbol syukur atas perjalanan mereka selama lebih dari dua dekade.
Sejak terbentuk, D’Masiv telah melahirkan banyak lagu hits yang menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, mulai dari Cinta Ini Membunuhku, Merindukanmu hingga Di Antara Kalian*. Dengan eksistensi yang masih kuat hingga saat ini, mereka membuktikan bahwa musik mereka tetap relevan dan mampu terus berkembang mengikuti zaman.
Kolaborasi D’Masiv dengan Transjakarta bisa menjadi langkah awal untuk kerja sama lebih luas antara industri musik dan layanan publik. Dengan semakin banyak musisi yang terlibat dalam kampanye transportasi umum, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan semakin meningkat.
Tidak hanya sekadar perubahan nama halte, kerja sama ini menjadi bukti bahwa musik bisa menjadi medium untuk mendukung kebiasaan positif di masyarakat. Ke depan, akan menarik untuk melihat bagaimana D’Masiv dan Transjakarta mengembangkan kolaborasi ini menjadi gerakan yang lebih besar bagi para pengguna transportasi umum di Jakarta.

Komentar