Jumat, 24 Juli 2026 | 05:49
COMMUNITY

STII Jalin Silaturahmi Dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani

STII Jalin Silaturahmi Dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima pengurus STII

ASKARA - Mengawali Tahun 2025 pada masa pemerintahan Presiden Prabowo, Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menjalin Silaturahmi pada hari Senin,  20 januari 2025 di ruang kerja Ketua MPR-RI, komplek Gedung Parlemen, Senayan. Pertemuan ini disambut langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Ahmad Muzani. 

STII menyampaikan dalam rangka agenda menyuarakan aspirasi petani islam indonesia 
sekaligus melaporkan hasil-hasil rekomendasi Muktamar STII ke-VI yang lalu di Bogor. Jawa Barat
yang masih mempersoalkan beberapa pokok pikiran terutama kemandirian bangsaterkait ketahanan pangan indonesia seperti yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada masa kampanye pilpres yang lalu. 

Pertemuan tsb dihadiri oleh jajaran pengurus STII a.l. : 
Ketua Umum STII (Fathurrahman Mahfudz), 
Wakil Ketua Umum STII (Hilman Ismail Metareum), 
Sekjend STII (Didi M. Rosidi), Wakil Sekjend (Ega Sarkis), Ketua Dewan Pakar STII (Sukriyanto), 
dan Beberapa Ketua-ketua Bidang STII (Husin Tasrik Makruf, M. Ichsan Kamil & Taufik). 

Di pertemuan tersebut Ketua Umum STII Fathurrahman menyampaikan tentang program penerapan bibit unggul padi (varietas padi Trisakti) yang diklaim mampu mencapai 12 sampai dengan 16 Ton Gabah per hektar lahan sawah dan teknologi intensifikasi pertanian, agar dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian 
untuk menunjang ketahanan pangan pemerintah. 

Menghadapi hal itu maka, disarankan agar pemerintah stop impor bahan pangan, terutama beras dan jagung. 
walau bagaimanapun import beras jelas membuat petani indonesia sulit berkembang dengan berbagai keterbatasannya. 

"Kita sudah memiliki pakar-pakar dibidang pertanian, tetapi jika tidak ditunjang dengan kebijakan pemerintah, maka akan dapat mengalami hambatan dibeberapa segmen, sehingga petani indonesia sulit berkembang," ujar Ketua STII.

Ahmad Muzani juga mengafirmasi persoalan kemandirian pangan agar menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama, dengan kolaborasi menjalin berbagai pihak terkait terutama jaminan beli dari BULOG.

Serta memotong lapisan lingkaran para tengkulak yang terkadang lebih menguasai dan memiliki peran utama 
dari sisi rantai pasok dan penentuan harga jual hasil pertanian

Selain intensifikasi juga perlu dilakukan ekstensifikasi, yakni perluasan lahan pertanian yang belum tergarap 
terutama lahan-lahan tanah yang masih tersedia di berbagai daerah.

"Tetapi hal ini masih membutuhkan waktu dan melibatkan multipihak terutama instansi dan pemerintah," kata Muzani.

Sehingga perlu waktu dalam rangka menggarap lahan yang baru. selain itu membutuhkan nilai investasi yang cukup besar. 

Dalam kesimpulan hasil pertemuan ini, Ketua MPR-RI akan bersedia untuk meluangkan waktu 
mengunjungi tempat penanaman bibit unggul STII di Banten dan akan Mendukung Program Training Center Serikat Tani Islam Indonesia.
.

Komentar