Minggu, 14 Juli 2024 | 08:34
OPINI

Digitalisasi UMKM untuk Pemasaran pada Era Media Baru

Digitalisasi UMKM untuk Pemasaran pada Era Media Baru
Digitalisasi UMKM untuk pemasaran pada era media baru (Dok Pixabay)

Oleh: Aisy Andini Savitri

Mahasiwi Prodi Komunikasi, Sekolah Vokasi, IPB
University

 

Peralihan Media Baru

Media lama ialah zaman dimana teknologi dapat dikenali dengan masih digunakannya media cetak seperti majalah, koran, tabloid serta media eletronik berupa radio dan televisi. Perkembangan zaman juga mempengaruhi arus teknologi yang ditandai dengan transformasi menjadi media baru. Mesia baru yang mudah dikenali saat ini ialah media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, Youtube, Twitter, Facebook, dan lainnya. Hal tersebut dapat dikatakan media baru karena informasi terdistribusikan melalui media sosial yang terhubung melalui jaringan internet.

Telepon pintar juga menjadi salah satu alat utama media baru atau teknologi terbaru yang dapat menjadi perantara penggunaan sosial media. Kehadiran internet juga menjadi faktor penting dalam perkembangan media baru dalam berjejaring sosial. Perkembangan inilah yang dapat memberikan pradigma terkait perspektif berbagai masalah, isu, kendala, dan persoalan-persoalan. Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi melalui media baru yang sedang berkembang saat ini.

Menurut Ceeber & Martin (2009), Media baru dideskripsikan sebagai produk teknologi komunikasi yang hadir bersamaan dengan komputer digital. Sebelum tahun 1980-an, media massa memaksimalkan penggunaan cetak dan model analog, seperti koran, televisi, sinema, dan radio. Namun sekarang hadir dengan bentuk digitalisasi.

Digitalisasi Dalam Semua Aspek

Digitalisasi ini membuat teknologi dalam perkembangan arus penyebaran informasi tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Pemahaman masyarakat dalam era digitalisasi ini perlu diperhatikan, sebab masyarakat harus melihat bahwa proses dan penyebaran informasi ini ialah sebagai bagian dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi. Pemanfaatan teknologi dalam industrialisasi media digital perlu dipahami untuk keberlangsungan hidup masyarakat luas yang disetiap harinya sudah terpapar oleh media baru.

Dalam konteks ekonomi, digitalisasi memainkan peran penting dalam mempercepat inovasi, meningkatkan efisiensi, dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan. Salah satu faktor kunci yang mempercepat proses digitalisasi adalah perkembangan media baru yang memfasilitasi komunikasi, kolaborasi, dan distribusi informasi secara lebih efektif. Di tengah lajunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ini telah menjadi kunci dalam memajukan berbagai sektor, terutama dalam dunia bisnis dan ekonomi dalam mengoptimalkan potensi.

Peranan UMKM Dalam Perkembangan Media Baru

Sebelum adanya media baru dan era digitalisasi, sebuah bisnis harus bergantung pada metode konvensional dalam mengelola operasi dan mencapai target pasar. Namun, dengan digitalisasi, paradigma berubah secara drastis. Bisnis dapat memanfaatkan platform online untuk memperluas jangkauan mereka, menciptakan model bisnis baru, dan meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Transformasi digital telah membuka peluang baru bagi UMKM untuk mengakses pasar global, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas jangkauan dan keberadaan bisnis UMKM.

Menurut data dari Kominfo, saat ini, terdapat 64,2 juta UMKM yang berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB Indonesia. Dari sisi tenaga kerja, UMKM juga mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja di negara ini atau sekitar 119,6 juta orang. Meski demikian, baru sekitar 17,5 juta pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital dan memanfaatkan e-commerce.

Salah satu keuntungan utama digitalisasi dalam aspek pertumbuhan ekonomi UMKM adalah peningkatan akses pasar. Melalui internet, UMKM dapat mencapai pasar global dengan lebih mudah dan efektif. Platform e-commerce memungkinkan untuk menjual produk ke seluruh dunia tanpa batasan geografis yang signifikan. Ini membuka pintu bagi pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan lebih berkelanjutan. Selain itu, platform digital juga memfasilitasi feedback dari pelanggan secara langsung, yang memungkinkan untuk terus meningkatkan produk dan layanan yang telah ada.

Penerapan teknologi digital seperti sistem manajemen inventaris, pembayaran elektronik, dan analitik bisnis dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional. Ini membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas, yang pada gilirannya meningkatkan profitabilitas. Seperti yang kita ketahui bahwa munculnya marketplace atau tempat belanja melalui online serta maraknya pembayaran digital telah memicu peningkatan penggunaan uang elektronik (e-money).

Hal ini harus disikapi dengan bijak oleh seluruh pengusaha UMKM, karena berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi uang elektronik sepanjang periode Januari-November 2022 mencapai Rp 1,03 kuadriliun. Nilai tersebut melonjak 46,44% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pentingnya mengikuti arus digitalisasi untuk UMKM ialah demi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi yang dijalankan, termasuk menerapkan berbagai perubahan pemakaian alat elektronik.

Dalam hasil survei dari OVO dan CORE Indonesia tahun 2021 disebutkan bahwa 84% mitra UMKM merasa terbantu oleh adanya fasilitas pembayaran digital atau e-wallet selama pandemi. Bahkan 70% di antaranya mengalami peningkatan pendapatan harian sejak memanfaatkan layanan keuangan digital, 68% memperoleh akses layanan keuangan yang lebih luas, 71% melakukan pencatatan transaksi penjualan yang lebih teratur, dan 51 % mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usahanya. Dengan demikian, digitalisasi telah menunjang program peningkatan inklusi keuangan, khususnya bagi UMKM.

Di balik pertumbuhan ekonomi dan inovasi bisnis yang terus berkembang saat ini, digitalisasi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini telah menjadi kekuatan penggerak utama di balik pertumbuhan ekonomi dan inovasi bisnis. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak, UMKM dapat mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap bisnis untuk mengadopsi strategi digitalisasi yang tepat guna agar tetap relevan dan berdaya saing di pasar yang terus berubah karena digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan bagi bisnis untuk tetap relevan dan berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif.

 

 

Komentar