Kamis, 25 Juli 2024 | 07:17
COMMUNITY

Tim Fortune PKM USU Uji Komik untuk Cegah Kekerasan Seksual di Kampus USU

Tim Fortune PKM USU Uji Komik untuk Cegah Kekerasan Seksual di Kampus USU
Tim Fortune PKM USU menguji komik untuk mencegah kekerasan seksual di Kampus USU (Dok Dedy H)

ASKARA - Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi dari upaya besar Tim Fortune PKM USU dalam menguji coba komik bergambar yang mereka buat untuk mahasiswa, dengan tujuan mencegah kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Uji coba ini dilakukan dalam salah satu pertemuan di kampus, didukung oleh sejumlah dosen sebagai wadah pelaksanaan kegiatan ini, pada Jumat (6/10). 

Ketua Tim Fortune PKM, David Dodi Lumbantobing, menyampaikan kebahagiaannya karena mendapat dukungan dari para dosen untuk menguji coba komik mereka. Komik ini telah dirancang dengan desain yang mudah dimengerti dan sesuai dengan perkembangan zaman. Bahkan, tim mereka telah mengurus hak cipta atas karyanya ini.

"Dosen-dosen yang mendukung dengan memberikan ruang pertemuan di kelas turut menjadikan uji coba ini efektif," katanya.

Kedua dosen, terdiri dari, Dra. Nita Savitri, M.Hum, dan Dr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH, tim Fortune PKM dengan penuh semangat menjelaskan isi komik secara detail. Novi, Cecilia, dan Paula secara bergantian menjelaskan peran penting mahasiswa dalam pencegahan kekerasan seksual.

"Kita harus berani membela teman kita. Kapan pun mereka membutuhkan pendampingan, kita harus ada," kata Paula.

Novi pun menambahkan, "Dengan membela teman sekarang, kita mungkin akan mendapatkan perlindungan dari mereka suatu hari nanti."

Sementara, Cecilia mendorong semua mahasiswa untuk bersatu dalam semangat yang sama, yaitu melindungi teman-teman mereka.

"Kita harus menghentikan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Ini adalah kewajiban kita untuk menjaga integritas ilmiah kampus kita," kata Dr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan spanduk berjudul "Komitmen Membela Teman" oleh seluruh mahasiswa, yang dipimpin oleh kedua dosen.

"Kami akan membawa semangat ini kepada semua pihak di lingkungan kampus, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf pendidikan. Kita tidak boleh menunggu terjadinya korban kekerasan seksual selanjutnya," tegas David.

Respon dari mahasiswa sangat positif. Sri Windy, salah satu mahasiswa, menyambut baik kegiatan ini, mengatakan bahwa sosialisasi yang diselenggarakan oleh Tim Fortune mendorong teman-teman untuk berbicara dan menghentikan lingkaran kasus pelecehan seksual melalui pendekatan yang ramah seperti penandatanganan petisi.

Muhammad Faiz, mahasiswa lainnya, menilai bahwa sosialisasi dan edukasi melalui komik ini sangat efektif, dan sekarang dia lebih paham tentang peran teman dalam melindungi korban pelecehan. 

Komentar