Selasa, 07 Februari 2023 | 06:10
COMMUNITY

Cianjur Kembali di Guncang Gempa, Tim Sigap Beri Edukasi Siswa Tentang Kebencanaan

Cianjur Kembali di Guncang Gempa, Tim Sigap Beri Edukasi Siswa Tentang Kebencanaan
Tim Sigap Beri Edukasi Siswa Tentang Kebencanaan

ASKARA - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali diguncang gempa pada Selasa dini hari 24 Januari 2023 dini hari. Warga terdampak gempa sebelumnya yang sudah tinggal di rumah kembali ke tenda pengungsian karena khawatir gempa susulan terjadi lagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa susulan terjadi dalam kurun waktu satu jam. Gempa pertama terjadi pada pukul 02.45 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,3. Sedangkan gempa kedua terjadi pada puku 03.08 WIB berkekuatan magnitudo 2,0 dan gempa ketiga terjadi pada pukul 03.28 WIB berkekuatan magnitudo 2,1.

BMKG menyatakan gempa tersebut berpusat di 6,81 LS-107,04 BT atau 10 kilometer barat laut Kabupaten Cianjur. Pusat gempa itu berada di kedalaman 10 kilometer. Menurut catatan BMKG, sudah terjadi sekitar 482 gempa susulan sejak 21 November 2022 lalu, dengan kekuatan 1.0 hingga 4.3 magnitudo. Namun gempa susulan kali ini menjadi yang terbesar sejak 2 bulan terakhir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Fatah Rizal, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim dari BPBD dan relawan kebencanaan untuk memeriksa setiap wilayah. Sebab guncangan yang besar itu dikhawatirkan menimbulkan dampak, baik kerusakan rumah ataupun korban.

"Kita masih tunggu laporan dari petugas di lapangan. Karena gempanya memang besar. Dikhawatirkan ada dampak besar juga terutama di sekitaran pusat gempa," kata dia.

Sejumlah warga dikabarkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumah mereka. Bupati Cianjur Herman Suherman membenarkan kabar tersebut.

"Benar ada korban luka berat. Anak-anak luka tertimpa di Kampung Sarongge," ucap Herman.

Team SIGAP, Aksi Gerakan Peduli bersama SIJUM, BPBD Kab Bogor dan Karang Taruna Edukasi tentang SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) di SMP Al Ma'shum Mardiyah.

“Bencana alam yang terjadi ini tentunya berkolrelasi dengan korban yang ditimbulkannya,” ujar Romadi Yanto, Founder Gemas (Gerakan mebersihkan masjid), Selasa.

Salah satu yang terdampak adalah di bidang pendidikan. Ketika terjadibencana, yang paling rentan terkena dampaknya adalah para peserta didik, terutama jika ketika bencana terjadi peserta didik tengah belajar di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah sampai saat ini masih membersamai warga terdampak bencana,” ungkapnya.

Agenda pagi ini, tambahnya, team Relawan SIGAP mendapatkan kesempatan memberikan edukasi kepada para siswa tentang kebencanaan.

Komentar