Selasa, 16 Juli 2024 | 09:55
NEWS

Sedang Lakukan Evaluasi, Luhut Tunda Kenaikan Tiket Borobudur Rp750 Ribu Setahun

Sedang Lakukan Evaluasi, Luhut Tunda Kenaikan Tiket Borobudur Rp750 Ribu Setahun
Candi Borobudur (Dok Wonderin.id)

ASKARA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan terkait penundaan pemberlakuan harga baru tiket naik ke Candi Borobudur ditunda selama satu tahun.

Dikatakan Luhut, pihaknya sedang melakukan evaluasi terkait pengelolaan Candi Borobudur. 

"Jadi soal tiket itu saya kira kita hold aja dulu. Kita lihat lagi nanti bagaimana baiknya," ungkap Luhut kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6).

Luhut mengaku, belum bisa memastikan kemungkinan tiket untuk naik ke Candi Borobudur bakal naik atau turun. 

Namun demikian, Luhut membanding dengan tiket pariwisata dunia. Menurutnya, berdasarkan perbandingan dengan seluruh dunia diketahui bahwa harga tiket naik Candi Borobudur memang berkisar Rp750 ribu.

"Ya kita lihat nanti, kita dengarkan lagi pendapat masyarakat. Tapi itu sudah kita bandingkan dengan seluruh dunia, ya harganya kira-kira segitu," kata Luhut.

Evaluasi pengelolaan Candi Borobudur, kata Luhut, akan berlangsung selama satu tahun. Setelah itu, pihaknya akan mengambil keputusan terkait harga naik Candi Borobudur.

"Setahun lagi. Pokoknya studinya itu Pak Odo (Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu) yang paten yang tanggungjawab, saya yang buat keputusan," terang Luhut.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan membuka peluang mengkaji kembali tarif Rp750 ribu bagi wisatawan domestik untuk naik hingga ke area stupa Candi Borobudur, di Magelang, Jateng.

Luhut juga menyadari kekhawatiran dan masukan yang muncul dari masyarakat mengenai tarif untuk turis lokal yang dianggap terlalu tinggi. 

"Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini terkait dengan wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu, nanti saya akan minta pihak-pihak terkait untuk segera mengkaji lagi supaya tarif itu bisa diturunkan," kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (5/6). 

Dia pun menyebut rencana tarif yang muncul saat ini belum final, karena masih akan dibahas dan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo pada minggu depan.

Komentar