Selasa, 07 Februari 2023 | 05:48
OPINI

Bioskop Maniak Ucup

Bioskop Maniak Ucup

Oleh: Mang Ucup *)

Dari sejak kecil Elvis sudah senang nonton bioskop. Maka dari itu pula pada saat remajanya Elvis bekerja sebagai penjaga bioskop agar bisa nonton bioskop setiap hari. Hal ini tidak beda jauh dengan Mang Ucup sendiri.

Maka dari itu tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan mang Ucup itu sudah dari sejak kecil;  banyak terpengaruh oleh film dan Bioskop. Bahkan tidaklah berlebihan apabila saya menilai bahwa 70% prilaku saya dipengaruhi oleh bioskop dan film.

Pertama kali saya mengenal bioskop ketika usia 4 tahun. Saya diajak nonton bioskop film Snow White oleh Babah (ayah) di Mayestic – Bandung. Mulai saat itu saya sudah mulai kenjangkitan Virus Bioskop-Maniak.

Di sekolah saya dinilai Dunguk, karena tidak bisa mengingat Diponegoro ataupun Erlangga. Dilain pihak saya tahu dan hafal dengan baik Doris Day maupun Errol Flynn.

Ketika kecil idola saya adalah Tarzan, kemudian Robin Hood setelah itu Elvis Presley. Dari sejak kecil sudah sering nonton bioskop sendirian.

Sebelum bisa nonton ada Tiga Hambatan Utama yang harus diatasi.

PERTAMA darimana bisa dapat uang jajan untuk Nonton.

KEDUA bagaimana bisa dapat Karcis bioskop, karena bioskop pada saat itu selalu padat.

KETIGA bagaimana bisa masuk nonton film untuk 17 tahun ke atas, ketika usia saya masih dibawah sepuluh tahun.

Hal inilah yang membangkitkan instink bisnis maupun intelegensi saya. Bisnis atau usaha pertama saya adalah jadi calo Karcis Bioskop.

Bisnis ini sudah saya tekuni sejak usia tujuh tahun. Bukannya untuk meraup keuntungan melainkan bagaimana agar bisa sering nonton Bioskop. Dari sinilah timbul pula semboyan hidup saya: Winn If You Can, Lose If You Must, But Never Quite

Kalau hari ini tidak bisa nonton besok coba lagi. Begitu juga sikap disiplin saya. Agar bisa dapat karcis; maka saya harus selalu datang jauh lebih awal sebelum loket dibuka.

Jadi Calo Karcis bioskop pada saat itu, bukanlah soal mudah apalagi bagi anak dengan badan kecil. Terkadang baju pun jadi sobek sehingga dimarahi oleh Ma Anie (bunda).

Dari sinilah mulai timbul pula jiwa juang saya sehingga akhirnya jadi street fighter – Anak Jalanan. Hal inilah yang juga membangkitkan Etos Enterpreunership maupun Instink Bisnis saya.

Sifat setia kawan dan pemberani ini juga merupakan pengaruh dari film. Misalnya hobby Ngebut atau jadi Brandalan karena dipengaruhi oleh film Rebel without a Cause (James Dean).

Aneh tapi nyata, nilai bahasa Inggris saya di raport selalu merah. Dilain pihak saya hafal banyak sekali lagu-lagu Elvis, Pat Boone, Ricky Nelson maupun Everly Brothers. Hanya sayangnya tidak mengerti makna maupun artinya. Jadi asal Njeplak saja alias Omdo.

Sebagaimana para Elvis Presleynis yang lain, Mang Ucup juga ingin selalu tampil seperti Elvis yang glamor dan flamboyan. Pokoknya mulai dari cara berbicara, jalan, dan berpakaian, bahkan style rambutnya pun ingin seperti Elvis.

Untuk melakukannya, rambut Mang Ucup sering dicatok. Harapannya, agar rambut Mang Ucup bilsa menjadi ikal galing seperti yang dimiliki Elvis.

Inilah yang mengakibatkan Mang Ucup botak. Ketika dicatok, rambutnya banyak yang hangus terbakar.

Film Rock Around the Clock dari Bill Haley maupun lagu-lagu Elvis  telah mempengaruhi hidup saya sedemikian rupa sehingga saja jadi kerajingan dansa Rock ‘nd Roll.

Dansa ini terasa cocok sekali dengan sifat saya yang urakan. Akhirnya saya dinobatkan menjadi juara Rock ‘nd Roll di London. Sampai saat ini saya masih hobby dansa.

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar