Rabu, 16 Juni 2021 | 20:29
TRAVELLING

Wisata Gunung Penuh, 5 Wanita Pindah ke Pulau Merak Besar

Wisata Gunung Penuh, 5 Wanita Pindah ke Pulau Merak Besar
Dok Istimewa

ASKARA - Pandemi yang berlalu setahun tanpa ada ujung, membuat wanita-wanita aktif ini mencari tempat sunyi agar terhindar dari kerumunan yang mengerikan. Yang biasanya jadi pendaki gunung, pindah ke pantai main air dulu. Ngikutin  jejak ibu Susi Pudjiastuti. Main Paddling.

Kalau dulu berkumpul kita teguh, sekarang justru bikin kita jatuh. Harus jaga jarak, dan hindari kerumunan, patuhi prokes dengan benar. Cari tempat yang jauh, jadi solusi yang ampuh. Masih banyak tempat sunyi dan indah di semua titik negeri kita Indonesia ini.

Dari tengah kota Jakarta, pada pagi buta kami berangkat berlima menuju pelabuhan Merak, masih sepi. Persiapan pun dilakukan dengan cepat, 4 paddle board digelar, diisi angin sesuai petunjuk ukuran. Lalu angkut ke pinggiran, menuju perahu yang disandarkan. Kami berlima berperahu lebih kurang 10-15 menitan mengunjungi pulau Merak Besar.

Tubuh tetap butuh bergerak, otot perlu dikencangkan, keseimbangan pun butuh dilatih agar tetap bugar. Menurut dunia kesehatan pada usia 25 tahun, keseimbangan tubuh seseorang mulai menurun, apalagi kami yang rata-rata sudah 50 tahun ke atas, harus makin rajin latihan.

Di tengah guncangan ombak, para paddler berdiri sambil mengayuh dayung tunggal. Tidak mudah bagi yang baru belajar, butuh keberanian dan keseimbangan. Selain itu, lengan tangan harus kuat dayung ke kiri pindah kanan sebagai kemudi. Konsentrasi dibutuhkan kalau tidak ingin kecebur masuk pada ke dalam lautan.

Patuhi standar meski kamu jago berenang, gunakan pelampung, ikatkan tali board pada pergelangan kakimu, agar bila terjatuh board tidak hanyut terbawa gelombang dan hilang, kan capek kalau harus berenang hingga ketepian.

Kalau suka snorkling, bisa bawa snorkel sekalian, saat sampai sedikit ke tengah, kalau pas airnya bening maka terlihat jelas karang-karang cantik nan indah. Bisa langsung nyebur dan berenang, tapi jangan lupa pastikan tali paddle board terikat sempurna pada pergelangan kakimu ya.

Pegang dayung juga yang erat, jangan sampai lepas. Ada beberapa pengalaman, saat dayung terjatuh dan tengelam, karena panik ingin mengejar dayung, spontan nyebur. Karena mengganggu tali pada pergelangan kaki dilepas, alhasil dayung tidak didapat, board pun terbawa ombak. Runyam sudah, hilanglah semua.

Ketenangan sangat diperlukan dalam hal apapun dan dimanapun. Karena panik adalah jalan utama menuju musibah. Kuasai diri, kendalikan emosi dan tetap tenang dalam berpikir.

Olah raga ini mungkin belum banyak yang melakukan, selain mahal board-nya, mahal juga peralatan lainnya. Hobby mah gak ada yang murah. Main paddle, lumayan banyak yang bisa didapatkan, belajar konsentrasi, memperkuat lengan tangan, kaki, juga keseimbangan diri. Mendapatkan sinar matahari yang sungguh melimpah, vitamin D pun tercukupi. Pas banget dengan keadaan pandemi, dapat vitamin secara alami.

Di pulau Merak Besar ini, hati-hati kalau ninggalin barang dan makanan. Memang bener-bener sepi orang, tapi ada sekawanan monyet ekor panjang yang siap mengambil barang kalian. Harus ada satu teman yang jaga barang, bermain gantian.

Indonesia memang sangat luas dan indah, kondisi pandemi ini harus tetap hati-hati, kalau mau tetap olah raga di luar agar tetap bugar, carilah tempat yang sepi.

Ada yang masih ingat tidak kutipan ini: Mens Sana In Corpore Sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Semoga kita semua punya tubuh yang sehat dengan jiwa yang kuat di dalam masa pandemi ini. Salam satu jiwa, untuk Indonesia tercinta, mari kita jaga bersama. 

Komentar